alexametrics

Ngeri! Kanker Paru Jadi Penyakit Kanker Paling Mematikan di Dunia

M. Reza Sulaiman
Ngeri! Kanker Paru Jadi Penyakit Kanker Paling Mematikan di Dunia
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Ada alasan mengapa kampanye pencegahan dan deteksi dini kanker paru terus digaungkan oleh para ahli kesehatan. Salah satunya, angka kematian karena kanker paru yang tinggi.

Suara.com - Ada alasan mengapa kampanye pencegahan dan deteksi dini kanker paru terus digaungkan oleh para ahli kesehatan. Salah satunya, angka kematian karena kanker paru yang sangat tinggi.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, ditemukan bahwa kanker paru menjadi penyebab sekitar 11 persen atau 2.206.771 kasus baru kanker dan kematian akibat kanker nomor satu di dunia dan di Indonesia penyebab 8,8 persen atau 34.783 kasus baru. Apa yang menyebabkan kanker paru begitu berbahaya?

Menurut Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM, penyebab kanker paru rentan menyebabkan pasien meninggal adalah pasien baru berobat ketika kondisi sudah parah.

"Sebanyak 80 persen pasien kanker paru datang sudah stadium lanjut, sehingga prosentase kesintasan menjadi lebih rendah. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan faktor risiko, gejala dan pertimbangan khusus pengobatan kanker paru," tutur Prof Aru, dalam webinar yang diselenggarakan MSD Indonesia, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Komunitas Sahabat Anak Kanker, Mendampingi dan Beri Semangat Para Jagoan Pejuang Kanker

Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]
Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]

Lebih dari 80 persen kanker paru yang menyerang masyarakat merupakan tipe kanker paru Sel Bukan Kecil (non small cell lung cancer atau NSCLC) dan sekitar 40 persen dari NSCLC terjadi mutasi reseptor pertumbuhan epidermal (EGFR).

Setelah ditemukan kanker paru, rata-rata kesintasan 5-tahunan atau prosentase pasien hidup sekurangnya lima tahun adalah sebesar 21 persen. Rata-rata kesintasan 5-tahunan untuk laki-laki sebesar 17 persen, sedangkan untuk wanita sebesar 24 persen. Adapun kesintasan 5-tahunan untuk NSCLC sebesar 25 persen, dibandingkan dengan 7 persen untuk kanker paru sel kecil.

Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM, spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik, menjelaskan bahwa terdapat beberapa subtipe NSCLC yaitu adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan sel besar karsinoma.

Adenokarsinoma berawal dari sel-sel yang biasanya mengeluarkan zat seperti lendir dan biasanya ditemukan pada orang yang merokok atau yang dahulu perokok, namun juga ditemukan pada orang yang tidak merokok, umumnya ditemukan pada perempuan, dan cenderung pada orang yang lebih muda dibandingkan jenis kanker paru lainnya. Jenis ini ditemukan di bagian luar paru dan kemungkinannya ditemukan sebelum menyebar.

Subtipe berikutnya adalah karsinoma sel skuamosa yang dimulai dari sel-sel skuamosa yang merupakan sel datar di dalam saluran udara paru.

Baca Juga: Bukan Putih, ASI Ibu Muda Ini Justru Berwarna Merah Muda seperti Susu Stroberi

Penderita subtipe ini sangat erat kaitannya dengan kebiasaan merokok, dan cenderung ditemukan di bagian tengah paru di dekat saluran bronkus.

Komentar