Benarkah Sakit Punggung Pertanda Gangguan Pencernaan Dispepsia? Ini Kata Ahli!

Minggu, 28 November 2021 | 20:59 WIB
Benarkah Sakit Punggung Pertanda Gangguan Pencernaan Dispepsia? Ini Kata Ahli!
Ilustrasi sakit punggung. (Pexels//Karolina Grabowska)

Suara.com - Gangguan pencernaan biasanya bukan masalah kesehatan serius, tetapi bisa mengganggu aktivitas dan memicu ketidaknyamanan. Gejala gangguan pencernaan juga cukup luas, tidak hanya sekadar sakit perut.

Gangguan pencernaan yang juga dikenal sebagai dispepsia, merupakan rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut yang terkait dengan kesulitan mencerna makanan.

Mulas dan refluks asam termasuk dua kondisi yang menggambarkan gangguan pencernaan. Tapi, banyak orang yang belum menyadari bahwa nyeri dada pun bisa menjadi gangguan pencernaan, tidak hanya serangan jantung.

Karena itu, penting sekali untuk mempelajari gangguan pencernaan supaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau salah diagnosis. Menurut Guts UK dilansir dari Express, hampir semua orang pernah mengalami gangguan pencernaan dari waktu ke waktu, terutama setelah mengonsumsi makanan berat, pedas atau berlemak.

"Terkadang, kita juga mengalami gangguan pencernaan ketika makan terburu-buru atau terlalu banyak makan dan minum," kata Guts UK.

Ilgangguan pencernaan. (Shutterstock)
Ilgangguan pencernaan. (Shutterstock)

Beberapa tahun lalu, tukak lambung dan duodenum merupakan penyebab umum gangguan pencernaan, tetapi sekarang lebih jarang terdeteksi. Semakin banyak orang menderita refluks terkait gangguan pencernaan.

Karena, asma yang diproduksi di perut mereka bisa membuat refluks kembali ke kerongkongan. Adapun gejala gangguan pencernaan setelah makan atau minum, termasuk:

  1. Mulas atau perasaan terbakar di dada setelah makan
  2. Merasa kenyang dan kembung
  3. Merasa sakit
  4. Bersendawa dan kentut
  5. Makanan atau cairan terasa pahit di dalam mulut

Gangguan pencernaan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi, dokter juga bisa merekomendasikan obat-obatan untuk meredakan rasa terbakar atau nyeri di dada akibat gangguan pencernaan.

Banyak orang mengira bahwa sakit punggung dan sakit perut sekaligus merupakan gejala dispepsia. Menurut NHS, sakit perut dan sakit punggung biasanya bukan tanda dispepsia.

Baca Juga: Cegah Varian Omicron, Masa Karantina Kedatangan Luar Negeri Jadi 7 Hari

Jika Anda mengalami nyeri di punggung atau perut, Anda mungkin mengalami konstipasi daripada dispepsia.

Sembelit adalah kondisi sementara di mana Anda mengalami kesulitan mengosongkan usus Anda atau sulit buang air besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI