Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura, Bagaimana Indonesia?

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 07 Desember 2021 | 10:34 WIB
Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura, Bagaimana Indonesia?
Covid-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

Suara.com - Virus corona Seperti diketahui, varian Omicron ini saat ini terdeteksi di sebagian negara, termasuk Malaysia dan Singapura. Situasi ini membawa kekhawatiran tersendiri untuk di Indonesia. 

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menegaskan bahwa hingg  3 Desember yang lalu varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia.

“Karena itu kita harus waspada, dan Pemerintah masih terus melakukan berbagai upaya pencegahan,” ungkapnya dalam acara Radio Kesehatan: Waspada Varian Omicron, Tetap Jaga Protokol Kesehatan, Senin (6/12/2021), kemarin.

 Untuk itu dr. Reisa menyarankan perlu ada pengetatan pintu bandara masuk antar negara. Hal itu untuk mencegah kebobolan seperti dari pengalaman sebelumnya. 

“Caranya gimana? Memperpanjang masa karantina dan skrining ketat pelaku perjalanan internasional. Kalau dari Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan addendum nomor 23 tahun 2021, terkait ketentuan pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia,” ungkap dr. Reisa.

Omicron. (Dok. Envato)
Omicron. (Dok. Envato)

“Ada juga Surat Edaran dari Menteri Perhubungan nomor 106 Tahun 2021, yang berlaku sejak 3 Desember 2021 yang lalu. Salah satu isinya adalah, mengatur masa karantina yang semula tujuh hari menjadi sepuluh hari,” terangnya.

Atas dua Surat Edaran tersebut, pelaku perjalanan WNA dan WNI yang diperbolehkan masuk ke Indonesia selain sebelas negara yang terdampak Omicron, wajib karantina 10 x 24 jam. Tak hanya itu, para pelaku perjalanan juga perlu lakukan tes PCR ulang.

“Tapi, kalau WNA dari sebelas negara yang terdampak Omicron, dilarang masuk ke Indonesia terlebih dahulu. Kalau misalnya WNI dari negara tersebut, itu masih diperbolehkan dengan syarat yang ketat. Tentu karantina nya berbeda, yaitu 14 hari,” kata dr. Reisa.

Sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian Omicron masuk dalam kategori Variant Of Concern, di mana varian ini telah terdeteksi di beberapa negara. Mulai dari Botswana, Hong Kong, Inggris, Israel, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Lesotho, Eswatini, Angola, dan Zambia. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fasilitas Medis Dan Nakes di RSUP Sanglah Ditingkatkan Mengantisipasti Virus Omicron

Fasilitas Medis Dan Nakes di RSUP Sanglah Ditingkatkan Mengantisipasti Virus Omicron

Bali | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:06 WIB

WHO Tak Sarankan Donor Plasma Konvalesen Sebagai Metode Pengobatan Pasien Covid-19 Parah

WHO Tak Sarankan Donor Plasma Konvalesen Sebagai Metode Pengobatan Pasien Covid-19 Parah

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:05 WIB

Potensi Picu Kematian, Antivirus Remdesivir Ditarik karena Mengandung Serpihan Kaca

Potensi Picu Kematian, Antivirus Remdesivir Ditarik karena Mengandung Serpihan Kaca

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:05 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×