Cegah Anak Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Ini 3 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 10 Desember 2021 | 07:10 WIB
Cegah Anak Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Ini 3 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua
Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini perlu menjadi perhatian orangtua. Sebab, pencegahan lelaki menjadi pelaku kekerasan seksual perlu dilakukan sejak dini.

Baru-baru, seorang guru diketahui memerkosa hingga menghamili santriwati asuhannya. Belum hilang dari ingatan pula, kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswi karena dipaksai melakukan aborsi oleh kekasih.

Mengutip Slate.com, kasus kekerasan seksual sangat erat hubungannya dengan pendidikan, pola asuh, dan lingkungan tumbuh kembang anak.

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak lelaki hal-hal yang bisa mencegahnya menjadi pelaku kekerasan seksual di masa depan. Apa saja?

Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

1. Buat Anak Nyaman Mengekspresikan Emosinya

Memarahi anak lelaki saat menangis dan menyebutnya seperti anak perempuan bukanlah cara yang tepat untuk mengajarkan kontrol diri pada anak.

Melakukan hal justu menyuburkan stigma bahwa anak laki-laki merupakan sosok yang tabah dan kuat fisiknya serta anak perempuan sebagai pihak yang lemah dan emosional. Ke depannya, anak bisa menganggap salah satu satu jenis kelamin memiliki kekuataan dan kompetensi sedangkan yang lain tidak.

Menolak anak laki-laki untuk bebas dalam beremosi dapat merusak persepsi mereka tentang perasaan tidak nyaman atau kesal. Di masa depan, mereka juga akan memiliki waktu yang sulit untuk mengenali hal tersebut di orang lain juga, hal ini juga akan membuat mereka kesulitan dalam mempelajari empati.

Dibandingkan mengatakan kepada anak laki-laki untuk tetap kuat, orangtua seharusnya mengajak mereka berbicara tentang perasaan kesal dan marah yang dialami. Melakukan hal ini akan membantu mereka mengontrol perasaan mereka dan akhirnya mengurangi keagresifan dari fisik seorang anak laki-laki.

baca juga

2. Ajarkan Anak Berani Membuat dan Menghargai Ruang Pribadi

Mengajarkan anak untuk mengekspresikan rasa sayang, seperti memeluk orang lain, perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Jangan sampai anak merasa kasih sayang yang dipaksakan adalah hal yang lumrah dan boleh dilakukan dengan bebas.

Minta anak untuk selalu bertanya sebelum memasuki ruang pribadi orang lain, bahkan ketika ia ingin memeluk nenek dan kakek.

Mendengar anak bertanya “apakah kamu keberatan jika aku memberikanmu pelukan?” mungkin terlihat berlebihan, tapi ini adalah bentuk pendidikan agar anak mengenali batas pribadi dan memiliki kontrol terhadap tubuhnya sendiri.

Ketika anak sudah lebih besar dan memasuki usia remaja, penting juga untuk memberikan penjelasan bahwa persetujuan (consent -red) bukan hanya tentang boleh atau tidak boleh dari salah satu pihak. Kedua pihak harus menyetujui hal-hal apa yang akan dilakukan bersama, sebelum memulainya.

3. Berikan Contoh Secara Langsung di Rumah

Anak-anak cenderung lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat secara langsung, daripada apa yang didengarkan. Karena itu penting bagi ayah untuk memperlihatkan kepada anak lelaki mereka bagaimana cara memberikan perlakuan hormat pada orang lain, terutama lawan jenis.

Tanamkan dalam keluarga bahwa semura orang ingin dihormati, didngerakan, dan diperlakukan adil. Dengan begitu orangtua terlibat dalam pengasuhan yang benar-benar bijaksana, terarah dan responsif terhadap anak.

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua jika anak bersikap agresif dan tidak sopan kepada orang lain? Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah berbicara dengannya mengenai hal tersebut.

Beri tahu alasan mengapa perbuatannya salah dan tidak pantas. Jangan berteriak dan memarahi anak karena bisa menimbulkan efek berlawanan dari apa yang kita inginkan.

Ketika anak sudah beranjak remaja, orangtua perlu memiliki percakapan dengan anak laki-lakinya tentang perubahan fisik yang dialaminya. Duduk sembari berbincang sederhana menjadi langkah awal diskusi keluarga membicarakan pencegahan kekerasan seksual. (Kontributor: Maria Meri Cristin Nainggolan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan

Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit

Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:34 WIB

PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi

PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:13 WIB

Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma

Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:40 WIB

Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap

Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×