Picu Kekhawatiran, WHO Rilis Tingkat Kematian Varian Omicron

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 10 Desember 2021 | 12:43 WIB
Picu Kekhawatiran, WHO Rilis Tingkat Kematian Varian Omicron
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Pixabay)

Suara.com - Para ilmuwan sedang mengkhawatirkan varian Omicron bisa menimbulkan ancaman baru. Karena, mereka belum bisa mengukur tingkat keparahan dan potensi kekebalannya menghindari antibodi vaksin Covid-19.

Tapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah berusaha mencari tahu tentang varian Omicron tersebut.

Sejak awal, para ahli khawatir varian Omicron ini bisa bermutasi hingga menghindari antibodi yang diinduksi oleh vaksin Covid-19.

Akibatnya, varian Omicron ini bisa menginfeksi orang seolah-olah mereka tidak memiliki kekebalan tubuh dan memperpanjang pandemi.

Tapi, baru-baru ini WHO mengemukakan beberapa temuan awalnya yang menggembirakan. WHO menyatakan bahwa dari 38 negara yang mendeteksi adanya kasus varian Omicron, belum ada yang melaporkan kasus kematian.

Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)

Namun, para ahli percaya masih terlalu dini untuk menyimpulkan tingkat kematian akibat varian Omicron yang rendah.

Mereka menyarakan untuk lebih berhati-hari. Karena, kebanyakan orang terinfeksi varian baru virus corona itu cukup lama dan hal buruk mungkin saja terjadi pada minggu kedua infeksi.

WHO menambahkan akan memakan waktu lebih lama sebelum memiliki gambaran lengkap tentang kemampuan infeksi dan seberapa efektif perawatan pasien varian Omicron.

Michael Ryan, direktur kedaruratan WHO, mengatakan stafnya akan berusaha untuk mnecari tahu semua hal itu. Para ilmuwan percaya varian Omicron memang memiliki beberapa kemampuan untuk kebal dari vaksin Covid-19.

Para peneliti yang bekerja dengan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) percaya bahwa varian virus corona ini memiliki resistensi substansial terhadap kekebalan alami yang diberikan oleh infeksi sebelumnya.

Temuan dari lembaga Afrika Selatan mengikuti studi dunia nyata dari setiap varian virus corona menemukan seseorang 2,4 kali lebih mungkin untuk terinfeksi ulang akibat varian Omicron.

Meskipun hasil ini belum ditinjau oleh rekan sejawat, bukti yang ada menyimpulkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang yang substansial da berkelanjutan.

Para peneliti pun mendesak penyelidikan lebih lanjuta mengenai varian Omicron, khususnya perihal varian baru itu lebih kebal vaksin Covid-19 atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemampuan Vaksin Pfizer Berkurang Saat Melawan Virus Corona Omicron, Seberapa Besar?

Kemampuan Vaksin Pfizer Berkurang Saat Melawan Virus Corona Omicron, Seberapa Besar?

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 21:15 WIB

Ilmuwan: Pandemi setelah Virus Corona Covid-19 Bisa Lebih Mematikan

Ilmuwan: Pandemi setelah Virus Corona Covid-19 Bisa Lebih Mematikan

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 08:06 WIB

Vaksin Covid-19 Memiliki Banyak 'Senjata' yang Dapat Melawan Virus Corona Omicron

Vaksin Covid-19 Memiliki Banyak 'Senjata' yang Dapat Melawan Virus Corona Omicron

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB