Studi: Omicron Meningkatkan Risiko Infeksi Ulang daripada Strain Virus Corona Sebelumnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 20:16 WIB
Studi: Omicron Meningkatkan Risiko Infeksi Ulang daripada Strain Virus Corona Sebelumnya
Ilustrasi nakes Eropa. (Getty Images)

Suara.com - Hingga kini, para ilmuwan masih mencari tahu apa kelebihan dan kekurangan dari virus corona varian omicron. Meski belum banyak diketahui, mereka telah merilis beberapa informasi baru tentang strain yang terdeteksi di Afrika Selatan ini.

Ilmuwan menginformasikan bahwa omicron lebih mungkin membuat orang-orang mengalami infeksi ulang daripada strain-strain yang lain.

Menurut The Conversation, Infeksi ulang didefinisikan sebagai terinfeksi Covid-19 kembali setelah tiga bulan lebih sembuh dari penyakit tersebut.

"Kami menemukan bahwa risiko relatif infeksi ulang jauh lebih tinggi (setidaknya tiga kali lipat) pada varian omicron dibanding virus corona beta dan delta," tulis peneliti Cari van Schalkwyk dari Pusat Pemodelan & Analisis Epidemiologi Afrika Selatan (SACEMA).

Selain itu, varian omicron mengalami peningkatan kemampuan dalam menghindari antibodi yang terbentuk dari infeksi sebelumnya.

Covid-19 Bisa Menginfeksi Dua Kali. (Pixabay)
Covid-19 Bisa Menginfeksi Dua Kali. (Pixabay)

Menurut peneliti, temuan ini memiliki implikasi penting untuk perencanaan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara seperti Afrika Selatan dengan tingkat kekebalan dari infeksi sebelumnya tinggi.

Namun, peneliti belum mengetahui tingkat keparahan kasus, baik dalam infeksi primer maupun reinfeksi. Mereka juga belum mengetahui apakah virus dapat menyebabkan infeksi ulang pada orang yang sudah divaksinasi Covid-19.

"Masalah besar lainnya yang belum terjawab adalah apakah perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian akan dipengaruhi oleh penurunan kekebalan terhadap infeksi ulang," imbuh Schalkwyk.

Beberapa studi dalam jurnal pracetak menunjukkan bahwa omicron dapat lolos dari sistem kekebalan pada orang yang sudah vaksin Covid-19.

"Temuan ini dapat membantu menjelaskan risiko besar infeksi ulang," tandas penulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Mengancam, Dr. Reisa Ungkap Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Varian Omicron Mengancam, Dr. Reisa Ungkap Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Health | Senin, 13 Desember 2021 | 17:37 WIB

Data dari Inggris Sebut Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat daripada Varian Delta

Data dari Inggris Sebut Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat daripada Varian Delta

Health | Senin, 13 Desember 2021 | 17:33 WIB

WHO: Varian Omicron Tak Lebih Parah dari Delta

WHO: Varian Omicron Tak Lebih Parah dari Delta

Health | Senin, 13 Desember 2021 | 18:15 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB