Obat Asam Urat Bisa Cegah Kematian akibat Virus Corona 50 Persen, Benarkah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 25 Desember 2021 | 14:35 WIB
Obat Asam Urat Bisa Cegah Kematian akibat Virus Corona 50 Persen, Benarkah?
Ilustrasi obat asam urat. (Unsplash)

Suara.com - Sejauh ini, belum ada obat yang bisa memberi jaminan perlindungan penuh terhadap virus corona Covid-19. Bahkan, vaksin Covid-19 pun tidak sepenuhnya melindungi kita dari virus corona.

Sehingga, risiko infeksi terobosan lebih tinggi di antara mereka yang kekebalannya terganggu dan orang dewasa lebih tua. Mereka akan lebih rentan meninggal akibat virus corona Covid-19.

Tetapi sebuah studi baru menunjukkan bahwa Yunani kuno untuk mengobati asam urat mungkin berpotensi mengurangi risiko kematian akibat virus corona Covid-19 hingga 50 persen.

Obat asam urat, Colchicine berasal dari keluarga tanaman Colchicum, yang memiliki sifat penyembuhan sehingga digunakan oleh orang Yunani Kuno.

Menurut para ahli dari Universitas Ibrani Yerusalem, obat asam urat itu mulai digunakan dari sekitar abad pertama Masehi sebagai pengobatan asam urat dan peradangan lainnya. Obat asam urat ini juga salah satu obat yang bertahan hingga zaman modern.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Tim peneliti pun melakukan tinjauan terhadap 4 studi terkontrol yang melibatkan 6.000 pasien virus corona dari Kanada, Yunani, Spanyol, dan Brasil untuk menguji efek obat asam urat tersebut.

Para peneliti Israel menemukan peningkatan signifikan dalam indeks virus corona yang parah dan penurunan kematian sekitar 50 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak minum obat asam urat tersebut.

Prof Ami Schattner mengatakan bahwa obat asam urat ini bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Covid-19. Temuan ini menajdi sangat penting karena berkontribusi dalam meningkatkan morbiditas dan mortalitas banyak pasien secara signifikan.

Selain murah, obat ini juga bisa ditoleransi dengan baik oleh pasien dan hanya menimbulkan efek samping ringan, seperti erangan diare pada 10 persen pasie

Namun dilansir dari Times of India, uji coba acak lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi studi sebelumnya mengenai obat asam urat bagi pasien virus corona Covid-19.

Tim peneliti India dari GMERS Medical College Gotri di Gujarat pun telah melakukan meta-analisis dari enam penelitian dan menemukan bahwa colchicine tidak mencegah kasus infeksi parah akibat virus corona Covid-19.

"Colchicine tidak mengurangi risiko kematian, alat bantu ventilator, rawat inap di unit perawatan intensif atau alam tinggal di rumah sakit akibat virus corona," kata peneliti.

Jadi, obat asam urat ini tidak memberikan manfaat tambahan dalam perawatan medis pasien virus corona. 4 dari 6 penelitian juga ikut meneliti obat asam urat itu dapat mengurangi masa inap di rumah sakit terkait Covid-19 atau tidak.

Hasil, tidak menemukan perbedaan tingkat kematian antara orang yang menggunakan obat colchicine dan mereka yang tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Lebih Menular, Ahli Prediksi Pandemi Masih Berlangsung 2 Tahun Lagi!

Varian Omicron Lebih Menular, Ahli Prediksi Pandemi Masih Berlangsung 2 Tahun Lagi!

Health | Sabtu, 25 Desember 2021 | 11:05 WIB

Bayi di China Overdosis Obat Diet hingga Tewas, Polisi Tahan 34 Orang

Bayi di China Overdosis Obat Diet hingga Tewas, Polisi Tahan 34 Orang

Jogja | Jum'at, 24 Desember 2021 | 22:35 WIB

Temuan Baru, Varian Omicron 3 Kali Lebih Menular dari Varian Delta

Temuan Baru, Varian Omicron 3 Kali Lebih Menular dari Varian Delta

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:02 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB