Suara.com - Menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak ketika musim hujan datang, demam berdarah dengue atau biasa dikenal DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk melakukan identifikasi dengan cepat, wajib diketahui gejala demam berdarah pada anak secara umum.
Sebenarnya, demam berdarah dengue sendiri adalah satu jenis dari tiga jenis demam yang bisa ditimbulkan oleh gigitan nyamuk tersebut. Sebelum mengetahui gejala demam berdarah dengue pada anak, kita lihat dulu tiga jenis demam yang bisa ditimbulkan oleh gigitan nyamuk tersebut.
Jenis Demam Berdarah Akibat Gigitan Nyamuk
Pertama adalah demam dengue, yang menjadi satu jenis DBD paling ringan dan tidak menyebabkan pendarahan. Gejalanya kurang tampak, tapi bisa dirasakan anak dengan jelas.
Kedua, adalah DBD atau demam berdarah dengue. Demam berdarah ini adalah lanjutan dari demam dengue yang muncul, dan disertai gejala lebih besar.
Ketiga adalah dengue shock syndrome.

Gejala Demam Berdarah pada Anak
Gejala yang muncul pada demam berdarah dengue di anak adalah sebagai berikut :
1. Demam tinggi antara 3 sampai 14 hari setelah digigit nyamuk tersebut.
2. Anak merasakan sakit kepala dan mual.
3. Muncul ruam merah pada kulit anak.
4. Anak mengeluh nyeri pada otot dan pegal di sekujur tubuhnya.
5. Bagian kelenjar getah bening mengalami pembengkakan.
Ketika demam berdarah berlanjut, bukan berarti penyakitnya selesai. Ada gejala lain yang muncul antara 1 sampai 2 hari demam menurun. Antara lain adalah sebagai berikut :
1. Munculnya sakit perut atau terasa nyeri.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Gejala Demam Berdarah pada Anak yang Wajib Dikenali Orangtua
Jogja | Jum'at, 31 Desember 2021 | 12:38 WIB
Muhammad Kece Dikabarkan Kritis, Irjen Napoleon: Hatiku Sedih Dengar Kabarmu
Riau | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
Kritis Usai Pingsan di Persidangan, Terdakwa Penistaan Agama M Kace Idap Penyakit Ini
News | Selasa, 28 Desember 2021 | 18:39 WIB
Terkini
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB