Kandungan Pemanis Tambahan pada Minuman Kemasan Meningkatkan Risiko Kanker Usus

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 01 Januari 2022 | 11:23 WIB
Kandungan Pemanis Tambahan pada Minuman Kemasan Meningkatkan Risiko Kanker Usus
Ilustrasi minuman ringan (shutterstock)

Suara.com - Kanker usus disebabkan oleh sel-sel yang berubah dan tumbuh di usus besar, yang terdiri dari usus besar dan rektum.

Penyakit ini bisa sangat sulit dideteksi karena sel kanker membelah dan berkembang di dalam tubuh dengan sangat cepat. Apabila telah tumbuh, biasanya akan menurunkan tingkat kelangsungan hidup.

Namun, menjaga pola hidup yang sehat dapat menurunkan risikonya. Misalnya, dengan mengurangi minuman yang mengandung pemanis buatan.

Sebuah penelitian terbaru yang terbit di jurnal Gut menunjukkan hubungan antara sugar-sweetened beverages (SSB) dengan risiko kanker usus.

Sugar-sweetened beverage merupakan minuman yang memiliki tambahan gula, seperti sukrosa atau sirup jagung tinggi fruktosa. Umumnya mengandung lebih besar dari 25 kilokalori per porsi.

Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)
Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)

Mirror melaporkan penelitian ini menyatakan bahwa minum dua atau lebih minuman manis setiap hari di masa dewasa dikaitkan dengan peningkatakan risiko kanker usus hingga dua kali lipat sebelum usia 50 tahun. Terlebih pada wanita.

Studi ini memantau pola hidup 95.464 peserta selama 24 tahun dengan mempertimbangkan apa yang mereka makan dan minum, serta riwayat keluarga kanker usus dan gaya hidup.

Selama bertahun-tahun, ditemukan bahwa 109 wanita menderita kanker usus sebelum usia 50 tahun. Mereka mendapat asupan minuman manis yang lebih tinggi di masa dewasa.

Peserta yang minum dua atau lebih porsi minuman setiap hari dianggap dua kali lebih mungkin terkena kanker usus, dibandingkan dengan wanita yang minum kurang dari satu porsi dalam seminggu.

baca juga

Setiap porsi minuman setiap hari dikaitkan dengan risiko 16% lebih tinggi, yang naik menjadi 32% per porsi harian selama masa remaja mereka.

Jika minuman ini diganti dengan minuman dengan pemanis buatan, kopi, atau susu semi-skim atau susu murni, risiko kanker usus 36% lebih rendah.

Meskipun ini adalah studi observasional yang tidak dapat menentukan penyebabnya, disimpulkan bahwa konsumsi minuman SSB dapat berkontribusi pada timbulnya kanker usus dini.

"Mengurangi asupan dan menggantinya dengan minuman sehat lainnya di kalangan remaja dan dewasa muda dapat menjadi strategi untuk mengurangi beban kanker usus yang berkembang sebelum usia 50 tahun," tulis peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rachmat Gobel: Industri Makanan Minuman Harus Bantu Petani, Peternak dan UMKM Naik Kelas

Rachmat Gobel: Industri Makanan Minuman Harus Bantu Petani, Peternak dan UMKM Naik Kelas

DPR | Kamis, 30 Desember 2021 | 13:15 WIB

Kisah Pendekar Kungfu Khong A Djong dan Asal Mula Minuman Congyang Khas Kota Semarang

Kisah Pendekar Kungfu Khong A Djong dan Asal Mula Minuman Congyang Khas Kota Semarang

Jawa Tengah | Kamis, 30 Desember 2021 | 12:45 WIB

Jakpro: Brand Minuman Hingga Bank Sudah Mau Jadi Sponsor Formula E

Jakpro: Brand Minuman Hingga Bank Sudah Mau Jadi Sponsor Formula E

Jakarta | Rabu, 29 Desember 2021 | 21:51 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB