Turunkan Kadar Gula Darah, Makanlah Protein dan Sayuran sebelum Karbohidrat!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:17 WIB
Turunkan Kadar Gula Darah, Makanlah Protein dan Sayuran sebelum Karbohidrat!
Ilustrasi makan (Pexels/Karolina Grabowska)

Suara.com - Sebuah studi penelitian telah menyarankan makan sayuran dan protein terlebih dahulu sebelum mengonsumsi karbohidrat untuk mengontrol kadar gula darah dan insulin.

Karena, makanan yang Anda konsumsi memiliki peran besar dalam menentukan kadar gula darah dan insulin setelahnya, terutama pada orang gemuk.

Sekelompok peneliti dari Weill Cornell Medical College di New York City telah melakukan penelitian mengenai hubungan antara urutan makanan yang dikonsumsi dan kadar gula darah.

Studi penelitian itu menekankan pentingnya makan sesuai urutan. Penelitian ini menyampaikan bahwa ketika sayuran dan protein harus dimakan sebelum kadar glukosa karbohidrat jauh lebih rendah pada pemeriksaan 30, 60 dan 120 menit, masing-masing sekitar 29 persen, 37 persen dan 17 persen.

Selain itu, kadar insulin juga lebih rendah secara signifikan ketika protein dan sayuran dimakan terlebih dahulu sebelum karbohidrat.

ilustrasi kadar gula darah (Pexels/Podrez).
ilustrasi kadar gula darah (Pexels/Podrez).

"Berdasarkan temuan ini, dokter mungkin lebih menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan tertentu terlebih dahulu, alih-alih melarang Anda makan ini itu," kata Dr. Louis Aronne dikutip dari Times of India.

Dr Aronne yang juga direktur Comprehensive Weight Pusat Kontrol di Weill Cornell mengatakan bahwa sulit untuk meminta seseorang mengurangi konsumsi karbohidrat.

Penelitian ini menunjukkan cara yang lebih mudah, agar pasien bisa menurunkan kadar gula darah dan insulin mereka.

Seorang ahli gizi, Pooja Makhija lebih menyarankan semua orang untuk konsumsi makanan seimbang dan cerdas.

"Anda tidak perlu memisahkan antara makanan pembuka dan penutup atau makanan tertentu. Makanlah segera asalkan sudah sesuai urutan. Karena, urutan makan Anda adalah yang terpenting," kata Pooja.

Penderita diabetes tipe 2 biasanya melakukan finger prick test untuk memeriksa kadar glukosanya. Jika kadar gula darah secara konsisten tinggi atau sering melonjak, pasien tersebut berisiko mengalami komplikasi.

Karena diabetes termasuk penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi parah, kita perlu mencegahnya lebih dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asupan Protein Berperan Cegah Terinfeksi Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Asupan Protein Berperan Cegah Terinfeksi Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 13:22 WIB

Turunkan Kadar Gula Darah dalam 30 Menit, Cobalah Konsumsi Minuman Ini!

Turunkan Kadar Gula Darah dalam 30 Menit, Cobalah Konsumsi Minuman Ini!

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 13:55 WIB

8 Penyebab Gula Darah Rendah, Tak Cuma Kurang Makan Karbohidrat

8 Penyebab Gula Darah Rendah, Tak Cuma Kurang Makan Karbohidrat

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 07:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB