facebook

Dokter Ungkap untuk Tangani Varian Omicron, Butuh Kombinasi Obat Antibodi

M. Reza Sulaiman
Dokter Ungkap untuk Tangani Varian Omicron, Butuh Kombinasi Obat Antibodi
Obat Covid-19, Molnupiravir dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck & Co. Obat ini telah diizinkan untuk digunakan di Inggris. [AFP/Merck]

Varian Omicron yang menjadi penyebab kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir tidak bisa ditangani menggunakan satu jenis obat saja.

Suara.com - Varian Omicron yang menjadi penyebab kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir tidak bisa ditangani menggunakan satu jenis obat saja.

Pakar mengatakan untuk bisa mengalahkan varian Omicron, dibutuhkan kombinas obat antibodi yang tepat.

"Strategi penanganan bila bertemu varian baru yakni menggunakan kombinasi, jadi tidak menggunakan satu antibodi monoklonal," ungkap Dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P, FINASIM, KIC dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, mengutip ANTARA.

Dokter Ceva yang berpraktik di RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta itu mengatakan, monoklonal antibodi kombinasi bekerja untuk menargetkan RBD spike protein dan menurunkan jumlah virus dengan efektivitas hingga 70 persen untuk mengurangi beratnya penyakit.

Baca Juga: Menguji Klaim Dokter Faheem Younus Soal Rekomendasi Masker KN95, Benarkah Paling Efektif?

Ilustrasi obat Covid-19. [Pinterest]
Ilustrasi obat Covid-19. [Pinterest]

"Ini mungkin yang bisa kita pertimbangkan ke depan," kata dia.

Menurut dia, Bamlanivimab dengan Etesevimab masih mungkin diharapkan bekerja karena bisa menyerang virus dari dua sisi dan ini akan lebih baik pada hasilnya.

Selain itu, ada juga Sotrovimab yang sebelumnya bekerja pada varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta. Sementara untuk Omicron, para peneliti belum memiliki datanya, tetapi tampaknya menurunkan kemampuannya.

"Kalau pun diberikan tampaknya dia membutuhkan dosis yang cukup tinggi, dan mungkin tidak sebagus terhadap varian sebelumnya. Kalau pun masih bisa diberikan untuk lebih baik daripada enam antibodi monoklonal lain," kata Dr. Ceva.

"Tetapi peningkatan kemampuan daya hambatnya hanya meningkat 3 kali lipat, tidak setinggi apa yang kita harapkan," sambung dia.

Baca Juga: Menkes Siapkan Molnupiravir dan Paxvloid Untuk Hadapi Lonjakan Covid-19, Apa Beda Keduanya?

Selain terapi antibodi monoklonal, penanganan infeksi penyakit akibat virus bisa juga dengan mengandalkan obat-obat penekan imun pada level yang menguntungkan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar