facebook

PM Inggris Wacanakan Pasien COVID-19 Tak Perlu Isolasi Mandiri, Berbahaya atau Tidak?

M. Reza Sulaiman
PM Inggris Wacanakan Pasien COVID-19 Tak Perlu Isolasi Mandiri, Berbahaya atau Tidak?
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Pemerintah Inggris tengah menyusun rencana kontroversial terkait pencegahan masuknya kasus COVID-19 impor dari luar negeri.

Suara.com - Pemerintah Inggris tengah menyusun rencana kontroversial terkait pencegahan masuknya kasus COVID-19 impor dari luar negeri.

Mengutip ANTARA, Perdana Menteri Boris Johnson ingin secara permanen mencabut undang-undang darurat virus corona karena kasus COVID-19 di Inggris terus menurun.

Karena itu, wacana isolasi mandiri untuk para pelancong yang baru pulang dari luar negeri tidak lagi diperlukan.

Panduan resmi tentang protokol kesehatan akan tetap berlaku namun tidak akan ada denda atau hukuman bagi jika masyarakat melanggarnya.

Baca Juga: Sudah Vaksinasi Penuh? Pelancong Inggris Tak Perlu Lakukan Tes COVID-19 Saat Pulang

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. [AFP]
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. [AFP]

Rencana tersebut akan didiskusikan selama beberapa pekan mendatang dan diperkirakan akan diumumkan pada musim semi, kata The Telegraph.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan isolasi mandiri COVID-19 di Inggris akan dipangkas menjadi lima hari dari tujuh hari jika seseorang dinyatakan negatif sebanyak dua kali.

Johnson juga akan mencabut rencana cadangan (Plan B) pembatasan COVID-19, yang diperkenalkan bulan lalu untuk memperlambat penyebaran varian Omicron, menurut laporan Telegraph sebelumnya.

Sebelumnya, Inggris juga berencana untuk tidak mewajibkan tes Covid-19 pada pelancong yang baru saja pulang dari luar negeri, asalkan sudah mendapatkan vaksinasi penuh.

Menteri Transportasi Grant Shapps mendukung untuk mengakhiri sistem pengujian tepat pada waktu liburan Februari bagi pelancong yang sudah divaksin dua kali, kata laporan itu.

Baca Juga: Kerajaan Inggris Lucuti Gelar Kebangsawanan Pangeran Andrew Karena Kasus Pelecehan Seksual

Pengumuman tentang perubahan pedoman itu akan dilakukan pada 26 Januari, kata laporan itu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar