Meski Antibodi Menurun, WHO: Belum Ada Bukti Anak dan Remaja Butuh Dosis Booster Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:10 WIB
Meski Antibodi Menurun, WHO: Belum Ada Bukti Anak dan Remaja Butuh Dosis Booster Covid-19
Ilustrasi vaksin booster, Panduan vaksin booster (Freepik)

Suara.com - Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan menyampaikan bahwa anak dan remaja belum perlu disuntik vaksin dosis ketiga atau booster Covid-19. Sebab, hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah kalau kelompok usia di bawah 18 tahun yang sehat memerlukan dosis booster.

Diakuinya, memang ada penurunan titer antibodi dari vaksin dari waktu ke waktu terhadap varian omicron yang menyebar dengan cepat dari virus corona. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan siapa yang membutuhkan dosis booster.

"Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat atau remaja yang sehat membutuhkan booster. Tidak ada bukti sama sekali," ucapnya dalam konferensi pers WHO, dikutip dari Channel News Asia. 

Ilustrasi Vaksin Booster, kriteria orang tidak boleh vaksin booster (Freepik)
Ilustrasi Vaksin Booster, kriteria orang tidak boleh vaksin booster (Freepik)

Sejumlah negara telah memberikan dosis booster Covid-19 kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Di antaranya, Israel telah mulai memberikan vaksin booster kepada anak berusia 12 tahun. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada awal bulan ini juga mengizinkan penggunaan dosis ketiga vaksin Pfizer dan BioNTech Covid-19 untuk anak berusia 12 hingga 15 tahun.

Pekan lalu, Jerman menjadi negara terbaru yang merekomendasikan agar semua anak berusia 12-17 tahun menerima suntikan booster. Hongaria juga telah melakukan hal serupa. 

Swaminathan mengatakan, kelompok ahli WHO akan bertemu akhir pekan ini untuk mempertimbangkan rekomendasi pemberian booster terhadap kelompok lebih muda.

Seperti pemberian dosis primer satu dan dua, Swaminathan menekankan bahwa pemberian booster juga harus memprioritaskan kelompok rentan.

"Tujuannya adalah untuk melindungi yang paling rentan, untuk melindungi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah dan sekarat. Mereka adalah populasi lanjut usia, orang-orang dengan gangguan kekebalan, kondisi yang mendasarinya, juga petugas kesehatan," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Putranya Diledek Anak Angkat, Dewi Perssik Sampai Lakukan Ini

Khawatir Putranya Diledek Anak Angkat, Dewi Perssik Sampai Lakukan Ini

Entertainment | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:18 WIB

KPK Mengaku Masih Harus Lakukan Hal Ini Terkait Laporan Ubedilah Badrun kepada Anak Jokowi

KPK Mengaku Masih Harus Lakukan Hal Ini Terkait Laporan Ubedilah Badrun kepada Anak Jokowi

Bogor | Rabu, 19 Januari 2022 | 07:06 WIB

Anak Ganti Profil dengan Potret Masa Kecil, Sang Ibu Chat Tiba-tiba Bikin Mewek

Anak Ganti Profil dengan Potret Masa Kecil, Sang Ibu Chat Tiba-tiba Bikin Mewek

Video | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×