Kasus Kematian Akibat Resistensi Antimikroba Lebih Tinggi daripada HIV/AIDS dan Malaria di Seluruh Dunia

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 21 Januari 2022 | 20:54 WIB
Kasus Kematian Akibat Resistensi Antimikroba Lebih Tinggi daripada HIV/AIDS dan Malaria di Seluruh Dunia
Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Suara.com - Resistensi antimikroba telah menyebar secara masiv di seluruh dunia. Bahkan, kondisi ini disamakan sebagai pandemi berikutnya yang mungkin tidak disadari banyak orang.

Dalam sebuah makalah baru yang terbit di Lancet tercatat infeksi akibat resistan terhadap antimikroba telah menyebabkan 1,27 juta kematian di seluruh dunia dan telah dikaitkan dengan 4,95 juta kematian pada 2019.

Berdasarkan laporan The Conversation, jumlah tersebut lebih dari jumlah orang yang meninggal akibat HIV/AIDS dan malaria di tahun tersebut.

Resistensi antimikroba terjadi ketika mikroba penyebab infeksi, seperti bakteri, virus atau jamur, kebal terhadap obat.

Temuan baru memperjelas bahwa resistensi antimikroba berkembang lebih cepat daripada perkiraan skenario terburuk sebelumnya.

Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kita kehabisan antibiotik yang efektif. Ini bisa menyebabkan infeksi bakteri sehari-hari menjadi penyakit yang mengancam jiwa.

Sebenarnya, resistensi antimikroba telah menjadi masalah sejak ditemukannya antibiotik penisilin pada 1928. Paparan berkelanjutan terhadap antibiotik membuat bakteri dan patigen lain menjadi lebih kebal.

Dalam beberapa kasus, mikroba dapat resisten terhadap obat tertentu.

Namun, penyebab yang mendorong kasus ini sangat kompleks. Semua hal, mulai dari cara kita mengosumsi antibiotik hingga pencemaran lingkungan dengan bahan kimia antimikroba.

Inilah sebabnya mengapa upaya global dan terpadu akan diperlukan untuk membuat perbedaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Antibiotik, Resistensi Antimikroba Juga Bisa Muncul dari Makanan

Bukan Cuma Antibiotik, Resistensi Antimikroba Juga Bisa Muncul dari Makanan

Health | Rabu, 24 November 2021 | 16:35 WIB

Ahli di Inggris Memperingatkan Adanya 'Pandemi Tersembunyi', Resistensi Antibiotik

Ahli di Inggris Memperingatkan Adanya 'Pandemi Tersembunyi', Resistensi Antibiotik

Health | Kamis, 18 November 2021 | 15:19 WIB

Disinfektan Berisiko Membuat Bakteri Superbug Mengembangkan Resistensi terhadap Antiobitik

Disinfektan Berisiko Membuat Bakteri Superbug Mengembangkan Resistensi terhadap Antiobitik

Health | Selasa, 16 November 2021 | 11:54 WIB

Terkini

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB