Jangan Kebiasaan Menyumbat Telinga Setiap Kali Tidur, Risikonya Bisa Jadi Separah Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:53 WIB
Jangan Kebiasaan Menyumbat Telinga Setiap Kali Tidur, Risikonya Bisa Jadi Separah Ini
ilustrasi tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Beberapa orang mungkin terbiasa tidur menggunakan headset atau alat penyumbat telinga yang memang dirancang guna melindungi telinga dari suara keras.

Penyumbat telinga ini telah terbukti efektif memblokir suara bising agar orang bisa tidur nyenyak. Tapi, tidur menggunakan penyumbat telinga setiap malam bisa menimbulkan bahaya dan risiko kerusakan permanen.

"Tidur dengan penyumbat telinga adalah hal yang umumnya aman untuk dilakukan. Namun, jika digunakan secara teratur dalam waktu lama, dapat menyebabkan kotoran telinga terdorong lebih jauh ke dalam telinga Anda," kata Hussain Abdeh, seorang apoteker, dikutip dari Express.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menyebabkan kotoran telinga menumpuk yang dapat menyebabkan masalah, seperti tinitus dan gangguan pendengaran.

Ilustrasi tidur (Freepik/jcomp)
Ilustrasi tidur (Freepik/jcomp)

"Masalah telinga ini bisa ditangani oleh dokter yang bisa menghilangkan kotoran telinga dengan menyemprotkan telinga. Dokter juga bisa melunakan lilin atau kotoran telinga menggunakan obat tetes telinga yang diresepkan oleh dokter Anda," katanya.

Hussain mengatakan, infeksi dapat terjadi karena pertumbuhan bakteri kotoran telinga pada penyumbat telinga jika Anda sering menggunakan pasangan yang sama.

"Anda harus mengobati infeksi telinga dengan cepat karena dapat menyebabkan kerusakan pendengaran atau gangguan pendengaran dalam beberapa kasus," jelasnya.

Walau begitu, Anda harus mencuci tangan sebelum dan sesudah menggulungnya dan memasukkannya ke telinga. Cara ini membantu menghentikan bakteri eksternal masuk ke penyumbat telinga sebelum dimasukkan ke telinga Anda dan membersihkan bakteri apapun dari telinga setelah Anda memasukkannya.

Hanya saja, Dr Jeff Foster dari H3Health mengatakan bahwa penggunaan penyumbat telinga bisa meningkatkan risiko masalah medis tertentu.

"Masalah medis umum yang disebabkan oleh penggunaan penyumbat telinga adalah otitis eksterna. Kondisi ini membuat aluran telinga menjadi sakit, meradang, dan sering terinfeksi," katanya.

Ada banyak hal yang bisa mengikis saluran telinga sehingga meningkatkan kemungkinan hal ini terjadi. Karena itu, ahli tidak menyarankan penggunaan cotton buds di membersihkan telinga.

Selain itu, alat penyumbat telinga berisiko bagi keselamatan mereka. Penggunaan penyumbat telinga bisa mengurangi pendengaran sekitar 10 desibel. Jika Anda ingin memblokir kebisingan, memasukkan alat penyumbat telinga ini lebih dalam dapat memblokir 25 desibel tetapi menimbulkan dua risiko.

Pertama, alat penyumbat telinga mungkin tersangkut. Kedua, alat penyumbat telinga bisa menyentuh membran timpani (gendang telinga). Jika ini terjadi, Anda mengalami perubahan pendengaran akut, vertigo, dan muntah, jadi jangan memasukkannya terlalu dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Earphone Bisa Picu Kehilangan Pendengaran, Ini Solusinya!

Pakai Earphone Bisa Picu Kehilangan Pendengaran, Ini Solusinya!

Health | Rabu, 15 Desember 2021 | 19:33 WIB

Alami Gangguan Pendengaran di Usia Muda Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

Alami Gangguan Pendengaran di Usia Muda Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Senin, 20 September 2021 | 22:42 WIB

Ragam Penyebab Tinnitus, Gangguan Pendengaran yang Bikin Telinga Berdenging Tanpa Henti

Ragam Penyebab Tinnitus, Gangguan Pendengaran yang Bikin Telinga Berdenging Tanpa Henti

Health | Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:23 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB