facebook

Peneliti Temukan Tes Risiko Serangan Jantung Mematikan Hanya dari Mata, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika
Peneliti Temukan Tes Risiko Serangan Jantung Mematikan Hanya dari Mata, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi mata.[Pixabay]

Para ilmuwan telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang menganalisis pemindaian yang diambil selama kunjungan rutin ke ahli kacamata.

Suara.com - Seringkali serangan jantung mematikan telat dideteksi sejak awal. Padahal, ternyata ada tes mata sederhana yang bisa memprediksi risiko serangan jantung tersebut.

Para ilmuwan telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang menganalisis pemindaian yang diambil selama kunjungan rutin ke ahli kacamata.

Kemudian mereka mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi mengalami masalah yang dapat menyebabkan serangan jantung. Perubahan pembuluh darah kecil di retina dapat mengindikasikan penyakit pembuluh darah, termasuk jantung.

Sistem AI dilatih oleh para ilmuwan Universitas Leeds untuk membaca pemindaian mata dan menemukan orang-orang yang kemungkinan besar akan mengalami serangan jantung di tahun berikutnya.

Baca Juga: 5 Tips Untuk Meningkatkan Kesehatan Mata, Bukan Cuma Makan Makanan Sehat!

Ilustrasi serangan jantung. [Envato]
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Diterbitkan dalam jurnal Nature Machine Intelligence, para peneliti mengatakan sistem AI sekitar 70 hingga 80 persen akurat dalam prediksinya.

Oleh karena itu dapat digunakan untuk pemantauan kardio melalui pemeriksaan mata.

Sistem ini bisa menjadi pengubah permainan dalam cara pasien diskrining untuk tanda-tanda penyakit jantung.

Profesor Alex Frangi, seorang Turing Fellow di Alan Turing Institute, mengatakan: “Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia dan pembunuh terbesar kedua di Inggris. Hal ini menyebabkan penyakit kronis dan kesengsaraan di seluruh dunia.

“Teknik ini membuka kemungkinan untuk merevolusi skrining penyakit jantung. Pemindaian retina relatif murah dan secara rutin digunakan di banyak praktik ahli kacamata.

Baca Juga: 5 Mata Uang Terendah di Dunia, Rupiah Indonesia Salah Satunya

Ia menjelaskan, bahwa sebagai hasil dari skrining otomatis, pasien yang berisiko tinggi jatuh sakit dapat dirujuk ke layanan spesialis jantung. Pemindaian juga dapat digunakan untuk melacak tanda-tanda awal penyakit jantung."

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar