facebook

Inilah Alasan Korban Ghosting Sangat Terluka, Terlebih jika Orang Itu Punya Harga Diri Rendah

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Inilah Alasan Korban Ghosting Sangat Terluka, Terlebih jika Orang Itu Punya Harga Diri Rendah
Ilustrasi korban ghosting. [Pexels/Pixabay]

Harga diri berperan dalam seberapa besar rasa sakit menjadi korban ghosting

Suara.com - Menjadi korban ghosting memang bisa membuat hancur, terlebih jika kita sudah merasa memiliki ikatan yang dalam dengan pelaku ghosting.

Kasus ghosting dapat membuat sang korban berpikiran negatif tentang dirinya sendiri. Misalnya, korban merasa ada yang salah dengan dirinya hingga orang lain yang disukai memutuskan komunikasi secara tiba-tiba.

Namun, terapis hubungan Darcy Sterling yang berbasis di New York City mengatakan bahwa itu adalah hal yang normal.

"Ketika seseorang di-ghosting, mereka bisa merasa dibuang atau, bahkan, hanya menjadi pengganti saja. Mereka terjebak bertanya-tanya dan berasumsi mengapa mereka di-ghosting," ujar Sterling, dilansir dari Insider.

Baca Juga: 6 Ciri Pria yang Perlu Dipertahankan dalam Hubungan Asmara, Harus Sayang Keluarga

Ilustrasi smartphone (pixabay)
Ilustrasi korban ghosting (pixabay)

Harga Diri Berperan dalam Seberapa Besar Rasa Sakit Korban Ghosting

Menurut Sterling, lamanya hubungan tidak menentukan seberapa sakitnya menjadi korban ghosting.

Sebaliknya, harapan yang dimiliki seseorang terhadap suatu hubungan dan harga diri mereka sendirinya lah yang menentukan seberapa besar pengalaman tersebut jadi begitu menyakitkan.

Apabila korban pernah berjuang melawan perasaan harga diri rendah dan kemudian jadi korban ghosting, mereka dapat mengalami kesulitan dalam melupakan kejadian buruk itu.

"Itu bisa membawa seseorang ke 'lubang kelinci', mempertanyakan nilai mereka sendiri," imbuh terapis Kellu Scott.

Baca Juga: Bongkar Hubungan Rizky Febian dengan Mahalini, Sule: Jangan Baper

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar