Penduduk Kanada Alami Penyakit Gangguan Otak Misterius, Sampai Lupa Cara Tulis Huruf Q!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 03 Februari 2022 | 20:08 WIB
Penduduk Kanada Alami Penyakit Gangguan Otak Misterius, Sampai Lupa Cara Tulis Huruf Q!
Ilustrasi Penyakit Gangguan Otak Misterius. [Pixabay]

Suara.com - Beberapa penduduk di New Brunswick, Kanada, alami gejala penyakit gangguan otak misterius yang tidak bisa dijelaskan.

Gejala gangguan otak ini terlihat seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob, dengan gejala berupa kejang, hilang memori, halusinasi, dan kehilangan berat badan secara drastis.

Fenomena ini terungkap setelah adanya laporan yang bocor pada Maret 2021 tentang fenomena tersebut.

Mengutip Insider, Kamis (3/2/2022), dalam laporan tersebut ditemukan 48 kasus yang telah diidentifikasi, dengan gejala yang mulai terjadi pada 2013 hingga 2020.

Salah seorang pelapor dari otoritas kesehatan Provinsi New Brunswick mengatakan penyakit misterius itu telah mempengaruhi 150 orang pada Januari 2022, dan kebanyakan yang sakit adalah orang dewasa muda yang sebelumnya sehat.

Investigasi diketahui dipimpin oleh ilmuwan federal Kanada, tapi cenderung sudah terlambat sejak ditemukannya di provinsi itu.

Tapi hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus tersebut di situs kesehatan masyarakat New Brunswick sejak Mei 2021 silam.

Akibatnya, hingga kini mereka tidak tahu harus menyebut penyakit tersebut sebagai penyakit apa.

Terriline Porelle sebagai salah satu penduduk yang mengalami penyakit itu menyatakan, rasa sakit dimulai dengan adanya seperti sengatan listrik di kaki, lalu menjalar ke tangan dan wajah di hari-hari berikutnya.

Setelahnya, penglihatan lelaki berusia 33 tahun itu, menurut dokter mata, menurun seperti orang yang berusia 70 tahun.

Bahkan Porelle sampai lupa bagaimana cara menulis huruf Q, sehingga ia pergi ke dokter untuk menjalani scan otak. Hasilnya tidak menunjukkan kejanggalan, alias normal.

Porelle lantas dirujuk ke ahli saraf, lalu hasilnya malah diberitahu Porelle kemungkinan menderita PTSD (post-traumatic stress disorder).

PTSD yakni gangguan stres pasca trauma, berupa gangguan mental yang muncul usai mengalami peristiwa yang mengerikan.

Tapi lantas ia membantah, karena ia pernah alami masalah kesehatan mental sebelumnya, ia juga mengatakan gejalanya saat ini tidak seperti sedang alami kecemasan atau depresi di masa lalu.

Hasilnya, hingga saat ini, kasus yang banyak terjadi di kalangan anak muda ini belum diproses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus

Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:00 WIB

Peneliti Yale: Corona Menyerang Otak dan Batasi Pasokan Oksigen ke Sel

Peneliti Yale: Corona Menyerang Otak dan Batasi Pasokan Oksigen ke Sel

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 14:59 WIB

Meski Gejala Ringan, Banyak Pasien Covid-19 Alami Gangguan Otak

Meski Gejala Ringan, Banyak Pasien Covid-19 Alami Gangguan Otak

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 15:50 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB