Studi: Kekurangan Vitamin D Berpotensi Memperparah Gejala Omicron

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 07 Februari 2022 | 16:55 WIB
Studi: Kekurangan Vitamin D Berpotensi Memperparah Gejala Omicron
Perbedaan Gejala Omicron dan Flu Biasa. (Freepik)

Suara.com - Kekurangan kadar vitamin D berpotensi sebabkan gejala lebih buruk akibat infeksi Covid-19, termasuk varian Omicron. Temuan itu berasal dari studi yang dilakukan oleh para peneliti di Bar Ilan University dan Galilee Medical Center (GMC). Seperti diketahui bahwa gejala omicron sendiri memang mirip dengan tanda seorang terkena flu. 

Tim melihat catatan kesehatan pasien hingga bertahun-tahun sebelum mereka dinyatakan positif Covid-19. 

Pengukuran tingkat vitamin D tersedia untuk 253 pasien Covid-19 dewasa dari April 2020 hingga Februari 2021. Dari mereka, 52 persen di antaranya kekurangan vitamin D, dengan kadar di bawah 20ng/mL.

Selanjutnya 14 persen memiliki kadar yang tidak mencukupi (20-30ng/mL), 17 persen memiliki kadar yang memadai (30 hingga 40ng/mL), dan 16 persen memiliki kadar normal yang tinggi (lebih dari 40ng/mL).

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Para peneliti mengatakan bahwa mereka dapat menentukan kondisi pasien hanya berdasarkan usia dan kadar vitamin D.

Pasien yang kekurangan vitamin D kemungkinan 14 kali mengalami gejala Covid-19 yang parah atau kritis, dibandingkan mereka yang memiliki lebih dari 40 ng/mL, menurut penelitian tersebut.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal peer-review PLOS One itu juga mengkonfirmasi teori sebelumnya bahwa vitamin D dapat menawarkan perlindungan terhadap virus.

“Apa yang kami lihat ketika Vitamin D membantu orang dengan infeksi Covid adalah hasil dari efektivitasnya dalam memperkuat sistem kekebalan untuk menghadapi patogen virus yang menyerang sistem pernapasan," kata Dokter Dror mengatakan kepada Times of Israel.

"Ini sama-sama relevan untuk Omicron seperti untuk strain sebelumnya," imbuh Dror.

Para peneliti menyimpulkan kalau riwayat kekurangan vitamin D pasien menjadi faktor risiko prediktif yang terkait dengan perjalanan penyakit klinis Covid-19 lebih buruk atau bahkan hingga kematian.

Tubuh sebenarnya dapat memproduksi sendiri vitamin D melalui paparan sinar matahari, atau asupan nutrisi yang bersumber dari makanan khusus.

“Vitamin D tidak ditemukan secara alami dalam makanan, tetapi Anda bisa mendapatkannya dari susu yang diperkaya, sereal yang diperkaya, dan ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden,” jelas Klinik Cleveland.

Di sisi lain, orang yang mengalami kekurangan vitamin D mungkin tidak menyadarinya. Karena gejala kekurangan vitamin D tidak selalu jelas. Tetapi tanda yang paling umum biasanya kelemahan otot, nyeri, kelelahan, dan depresi.

Kekurangan vitamin D dengan kondisi parah menyebabkan rakhitis, yang muncul pada anak-anak sebagai pola pertumbuhan yang salah, kelemahan otot, nyeri pada anak laki-laki, dan kelainan bentuk pada persendian.

Kondisi itu sebenarnya sangat jarang, tetapi, anak-anak yang kekurangan vitamin D juga bisa mengalami kelemahan otot atau nyeri otot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

16 PJLP dan ASN Positif Covid-19, Kecamatan Gambir Tutup 3 Hari Mulai Besok

16 PJLP dan ASN Positif Covid-19, Kecamatan Gambir Tutup 3 Hari Mulai Besok

Jakarta | Senin, 07 Februari 2022 | 15:43 WIB

Lima Gerbang Tol di Bandung Kembali Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Lima Gerbang Tol di Bandung Kembali Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Jabar | Senin, 07 Februari 2022 | 15:41 WIB

Pegawai Positif Covid-19, Tempat Hiburan Malam di Batam Center Ditutup Satpol PP

Pegawai Positif Covid-19, Tempat Hiburan Malam di Batam Center Ditutup Satpol PP

Batam | Senin, 07 Februari 2022 | 15:35 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB