Makanan Berkalsium yang Bisa Menggantikan Susu Sapi, Salah Satunya Tahu

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 11 Februari 2022 | 09:49 WIB
Makanan Berkalsium yang Bisa Menggantikan Susu Sapi, Salah Satunya Tahu
Ilustrasi susu (Pixabay/Couleur)

Suara.com - Susu sapi merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Bersamaan dengan vitamin D, gabungan kedua nutrisi tersebut dapat membuat tulang menjadi lebih kuat dan padat.

Jenis susu hewani ini juga mengandung protein, mineral fosfor, kalium, seng dan yodium, serta vitamin A, B2 (riboflavin) dan B12 (cobalamin).

Namun, tidak semua orang dapat mengonsumsinya. Ada beberapa orang yang intoleransi laktosa, sehingga mereka tidak dapat meminum susu sapi.

Sebagai gantinya, orang-orang yang tidak bisa minum susu sapi harus mengonsumsi makanan lain untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan nutrisi lainnya.

Selain produk susu, makanan lain seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, serta tahu, juga mengandung kalisum.

Bahkan, menurut The Guardian, beberapa makanan diperkaya dengan tambahan kalsium, seperti sereal sarapan dan kedelai, oat, dan susu kacang.

Meski begitu, memang tubuh akan lebih sulit untuk menyerap kalsium dari makanan non-susu dan mereka juga harus makan lebih banyak guna memperkuat tulang.

Foto oleh cottonbro dari Pexels
ilustrasi susu (Foto oleh cottonbro dari Pexels)

Berapa banyak kalsium yang dibutuhkan?

Itu tergantung pada usia dan jenis kelamin, kebutuhan kalsium harian bisa bervariasi dari 360 miligram per hari hingga lebih dari 1.000 miligram bagi remaja dan wanita yang lebih tua.

Satu cangkir 250 mililiter susu sapi mengandung sekitar 300 miligram kalsium. Jumlah tersebut juga akan ditemukan dalam:

  • 200 gram yoghurt
  • 250 miligram susu nabati yang diperkaya kalsium
  • 100 gram salmon merah muda kalengan dengan tulang
  • 100 gram tahu padat
  • 115 gram kacang almond

Jumlah porsi harian alternatif susu dan non-susu yang direkomendasikan bervariasi:

  • anak-anak harus mengonsumsi antara 1 dan 3,5 porsi sehari, tergantung pada usia dan jenis kelamin mereka
  • wanita berusia 19 hingga 50 tahun harus mengonsumsi 2,5 porsi sehari, lalu 4 porsi saat berusia di atas 50 tahun
  • pria berusia 19 hingga 70 tahun harus mengonsumsi 2,5 porsi sehari, kemudian 3,5 porsi saat berusia di atas 70 tahun.

Jadi, apabila Anda tidak minum susu, tantangannya adalah mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memiliki pola makan seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu, Kamu Harus Tahu!

5 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu, Kamu Harus Tahu!

Your Say | Jum'at, 11 Februari 2022 | 06:47 WIB

Susu Kentang Menjadi Alternatif Lain dari Susu Sapi, Bagaimana Kandungan Nutrisinya?

Susu Kentang Menjadi Alternatif Lain dari Susu Sapi, Bagaimana Kandungan Nutrisinya?

Health | Kamis, 10 Februari 2022 | 18:31 WIB

Hari Gizi Nasional, Produsen Susu Ini Salurkan Paket Nutrisi di Lima Kota di Indonesia

Hari Gizi Nasional, Produsen Susu Ini Salurkan Paket Nutrisi di Lima Kota di Indonesia

Press Release | Selasa, 08 Februari 2022 | 10:57 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB