Epidemiolg AS Desak WHO Nyatakan Omicron Siluman Sebagai Variant of Concern, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 Februari 2022 | 20:21 WIB
Epidemiolg AS Desak WHO Nyatakan Omicron Siluman Sebagai Variant of Concern, Kenapa?
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Seorang ahli epidemiologi di Amerika telah menarik perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyoroti tingkat keparahan subvarian BA.2 varian omicron dari Covid-19 atau omicron siluman. 

Desakan ini muncul setelah penelitian terbaru yang menyimpulkan bahwa sub-strain ini tidak hanya menyebar lebih cepat, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Menurut laporan, studi laboratorium dan temuan dari Jepang ini, belum ditinjau oleh rekan sejawat. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh para ahli dari Universitas Tokyo.

Temuan ini dipublikasikan di repositori pracetak BioRxiv. “Subvarian BA.2 mungkin memiliki fitur yang membuatnya mampu menyebabkan penyakit serius seperti varian virus corona yang lebih tua,” lapor agensi.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Dilansir dari Healthshots, Eric Feigl-Ding, seorang ahli epidemiologi dan ekonom kesehatan, menyebutnya "mengkhawatirkan", dalam sebuah tweet. Cek twitnya di sini!

Pekan lalu, WHO membahas penyebaran sub-varian BA.2 dari omicron dengan mengatakan bahwa meskipun mungkin lebih menular daripada BA.1, subvarian terbaru tidak lebih parah.

“Di antara semua subvarian, BA.2 lebih menular daripada BA.1. Namun, tidak ada perbedaan dalam hal tingkat keparahannya,” kata Maria Van Kerkhova, Technical Lead Covid-19 di WHO, dalam sebuah video.

Covid-19 melanda dunia dua tahun lalu, dan membuat orang-orang gelisah. Setelah gelombang Delta merenggut beberapa nyawa dan mempengaruhi orang di seluruh dunia, kehadiran varian omicron dilaporkan dari Botswana dan Afrika Selatan pada November 2021. Sejak itu, varian BA.1 dan BA.2 muncul.

Sesuai dengan penulis penelitian, varian BA.2 dari omicron telah mulai 'mengungguli' BA.1. Ini membuat mereka percaya bahwa yang pertama lebih mudah menular daripada omicron asli.

baca juga

Studi ini juga mengklaim bahwa hanya satu baris BA.1, subvarian BA.2 dari omicron tampaknya sebagian besar lolos dari kekebalan yang disebabkan oleh vaksin Covid-19.

Direktur eksekutif program kedaruratan medis WHO, Dr Mike Ryan, baru-baru ini juga mengungkapkan rasa gugupnya.

"Jika kita terkena varian lain ... akan sangat sulit untuk mengembalikan apa pun ke tempatnya," katanya.

Sementara beberapa negara saat ini memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi, negara-negara lain harus tetap berhati-hati untuk mencabut pembatasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi IX DPR Desak Pemerintah Penuhi Ketersediaan Reagen Sebagai Alat Tes Covid-19 di Gorontalo

Komisi IX DPR Desak Pemerintah Penuhi Ketersediaan Reagen Sebagai Alat Tes Covid-19 di Gorontalo

DPR | Rabu, 23 Februari 2022 | 20:17 WIB

Tembus 14 Ribu Kasus dalam Sehari, Jawa Barat Kembali Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Terbanyak

Tembus 14 Ribu Kasus dalam Sehari, Jawa Barat Kembali Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Terbanyak

Jabar | Rabu, 23 Februari 2022 | 20:04 WIB

Duh! Puskesmas Mulia Baru Batasi Pelayanan, 13 Orang Petugas Kesehatan Terpapar Covid-19

Duh! Puskesmas Mulia Baru Batasi Pelayanan, 13 Orang Petugas Kesehatan Terpapar Covid-19

Kalbar | Rabu, 23 Februari 2022 | 19:57 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×