3 Fase DBD yang Perlu Diketahui: Hati-Hati pada Kondisi Kritis, Bisa Bikin Orang Terkecoh!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 28 Februari 2022 | 21:19 WIB
3 Fase DBD yang Perlu Diketahui: Hati-Hati pada Kondisi Kritis, Bisa Bikin Orang Terkecoh!
Ilustrasi DBD. (Shutterstock)

Suara.com - Baru dua bulan tahun 2022 berjalan, di Indonesia sudah ada 145 orang meninggal karena demam berdarah dengue atau DBD. Meski begitu, tak sedikit yang masih menganggap remeh penyakit ini.

Fase DBD sendiri punya pola yang unik, dan tidak semua orang mengetahuinya. Dokter spesialis anak Konsultan Penyakit Infeksi & Tropis Anak, Dr. dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K) menjelaskan bahwa DBD memiliki fase berbahaya yang perlu dikenali dan diwaspadai, terlebih pada anak yang umumnya tidak bisa menjelaskan kondisi yang dirasakannya.

"Jika pasien DBD telah memasuki fase berbahaya, dan terjadi pada anak-anak berusia lebih kecil yang belum dapat mengutarakan kondisi mereka, banyak yang kemudian dirawat di rumah sakit untuk dipantau lebih ketat kondisinya," ujar Dr. Debbie melalui keterangannya kepada suara.com, Senin (28/2/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan secara rinci 3 fase DBD yang harus diketahui dan diawasi dengan baik, untuk mencegah perburukan. Berikut penjelasannya:

1. Fase Awal atau Fase Febrile

Fase awal setelah ditemukan infeksi DBD dari gejala demam tinggi, beberapa nyeri di belakang mata, sakit kepala, dan nyeri sendi. Lalu dilakukan tes laboratorium, dan ditemukan sel darah merahnya atau trombosit terus menurun.

Fase febrile belum terjadi perdarahan, berlangsung selama 1 hingga 3 hari, lalu berlanjut di hari ke-4 dan ke-5 demam sudah menurun.

2. Fase Kritis

Banyak orangtua merasa tenang saat demam anak sudah turun, padahal dalam DBD, ini adalah fase kritis, dan banyak yang mengira anak sudah sembuh padahal ada risiko terjadinya syok dan bisa berakibat fatal.

baca juga

“Selain itu, dapat terjadi pula penurunan trombosit lebih jauh yang ditandai dengan perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah atau timbul bintik-bintik merah pada kulit yang spontan,” ungkap Dr. Debbie.

Pada fase kritis terjadi perembesan plasma darah sehingga terjadi peningkatan kekentalan darah atau hematokrit. Ini adalah hal yang penting diwaspadai.

Menurut dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya itu, pada fase ini, si kecil perlu banyak cairan dengan banyak minum atau pemberian cairan infus. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, risiko si kecil mengalami syok yang dapat membahayakan jiwa akan meningkat.

“Apalagi jika syok tidak teratasi dalam waktu cepat, kemungkinan akan terjadi komplikasi perdarahan hebat yang akan sulit diatasi,” tutur Dr. Debbie.

Perdarahan bukan hanya disebabkan jumlah trombosit yang sangat menurun, tetapi juga disebabkan gangguan fungsi pembekuan darah.

Risiko lain yang dapat terjadi pada fase kritis ini, yaitu gangguan kesadaran, gangguan fungsi ginjal, serta gangguan fungsi hati dan organ lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada kurang lebih 30 persen kasus dengue berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Musim Hujan, Ini 3 Cara Agar Terhindar dari DBD yang Mengancam Nyawa

Lagi Musim Hujan, Ini 3 Cara Agar Terhindar dari DBD yang Mengancam Nyawa

Health | Senin, 28 Februari 2022 | 20:49 WIB

Jangan Cuma Fokus Omicron! Sepanjang 2022 Sudah 145 Orang Meninggal karena DBD

Jangan Cuma Fokus Omicron! Sepanjang 2022 Sudah 145 Orang Meninggal karena DBD

Health | Senin, 28 Februari 2022 | 17:48 WIB

Sudah Masuk Musim Hujan, Waspada DBD Mengancam Nyawa Keluarga Anda!

Sudah Masuk Musim Hujan, Waspada DBD Mengancam Nyawa Keluarga Anda!

Health | Senin, 28 Februari 2022 | 17:14 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×