Suara.com - Infeksi Covid-19 bisa menyebabkan gangguam sistem imunitas jangka panjang. Bukan hanya menjadikan long Covid-19 atau gejala sisa, dokter spesialis penyakit dalam Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD., menjelaskan bahwa infeksi virus corona itu membuat sistem imun jadi lebih lemah saat melawan penyakit lain.
"Bisa dilihat fek dari proteksi terhadap penyakit lain menurun pasca Covid-19. Jadi proteksi penyakit yang dia tidak ada komorbid, apalagi ada komorbid, otomatis akan menurun setelah terjadinya Covid-19," kara prof Iris dalam webinar Satgas Covid-19, Rabu (3/2/2022).
Selain itu, menurutnya muncul banyak penyakit kronis pada penyintas Covid-19. Seperti diabetes, hipertensi, gangguan kekentalan darah, dan gangguan fungsi ginjal pada orang pasca Covid-19 yang sebelumnya tidak mengalami komorbid.
"Itu terlihat jelas sekali adanya penurunan dari organ tubuh walaupun sebetulnya dia tidak ada komorbid," kata Ketua Penguris Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi tersebut.
![Ilustrasi virus corona. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/09/14/56506-ilustrasi-virus-corona.jpg)
Kondisi itu berbeda dengan long Covid-19. Menurut prof Iris, long Covid-19 bisa mengenai 30 persen dari orang yang terkena infeksi Covid-19 yang terjadi akibat penurunan fungsi organ. Sehingga menimbulkan gejala seperti, gangguan memori, konsentrasi, kelelahan fisik, masih terasa sesak, nyeri sendi, nyeri otot, dan banyak hal lain.
"Secara bertahap dan dengan bantuan fisioterapi sebagian besar pasien bisa mengalami pemulihan. Ada baiknya juga dikonsultasikan ke ahli bidang masing-masing sesuai dengan keluhannya," saran prof Iris.
Ia menjelaskan bahwa long Covid-19 terjadi karena adanya aktivasi sistem imun yang berlebihan pada jangka panjang. Sehingga, respon sistem imun jangka panjang tersebut salah satu penyebabnya menjadi long Covid-19.