Anak Obesitas Juga Perlu Lakukan Diet, Begini Saran dari Dokter

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 03 Maret 2022 | 10:04 WIB
Anak Obesitas Juga Perlu Lakukan Diet, Begini Saran dari Dokter
Ilustrasi anak obesitas. (Elements Envato)

Suara.com - Bukan hanya orang dewasa, obesitas juga bisa terjadi sejak masa anak-anak. Kalau sudah begitu, diet menurunkan berat badan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami komplikasi penyakit akibat kondisi obesitas. 

Dokter spesialis anak Dr. Winra Pratita, Sp.A(K) mengatakan, komplikasi akibat obesitas pada anak bisa terjadi dari kepala hingga kaki.

Mulai dari depresi, penyakit jantung, perlemakan hati, hipertensi, nyeri sendi lutut, hingga kaki berbentuk X. 

Dokter Winra menyarankan agar orangtua selalu mengarahkan anak yang obesitas untuk melakukan diet secara perlahan dengan sedikit mengurangi jumlah kalori dari pola makannya.

"Kita hitung dulu berapa kalori yang masuk selama ini. Misalnya 3.000 kalori, kita turunkan dulu 200-500 kalori," kata dokter Winra dalam webinar Hari Obesitas dunia bersama Kementerian Kesehatan, Rabu (2/3/2022). 

Ia mengingatkan, anak tidak perlu menjalankan diet ketat karena masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. 

Menurutnya, target diet yang aman bagi anak cukup 0,5 kg per minggu atau 2 kg per bulan. Berat badan juga tidak harus langsung mencapai angka ideal.

Sehingga, menu makanan anak harus tetap bergizi seimbang meliputi karbohidrat 50-60 persen, lemak 30 persen, dan protein 15-20 persen.

"Jenis makan juga harus yang bisa diterima anak, jangan dipaksa mengonsumsi makanan yang tidak disukai. Harus tinggi serat karena akan membantu pengaturan berat badan dan mengenyangkan, sehingga mengurangi rasa lapar," sarannya.

baca juga

Orangtua juga perlu tahu daftar makanan yang sebaiknya dihindari atau hanya boleh dimakan seminggu sekali oleh anak. Pengaturan pola makan diet itu dibagi dalam kategori tiga warna. 

Dokter Winra menjabarkan ketiga warna makanan yang sebaiknya dihindari dan boleh dimakan.

1. Makanan Merah 

Donut. [Shutterstock]
Donut. [Shutterstock]

Komposisi: mengandung sedikit vitamin dan mineral tapi tinggi energi, gula, garam, dan lemak. 

Pengolahan: Biasanya makanan jenis ini diproses dengan cara digoreng, daging olahan dengan lemak tinggi, makanan penutup dengan bahan dasar susu, dan memakai banyak gula. 

Contoh: kentang goreng, sosis, kue manis, cokelat batangan, minuman kemasan, minuman boba, nuget ayam, juga donat, dan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Menggemaskan, Anak dengan Pipi Tembam Bisa Jadi Gejala Klinis Obesitas

Meski Menggemaskan, Anak dengan Pipi Tembam Bisa Jadi Gejala Klinis Obesitas

Health | Kamis, 03 Maret 2022 | 09:38 WIB

Studi Selandia Baru: Kebiasaan Merokok dan Kondisi Obesitas Saat Remaja Bisa Percepat Penuaan Dini

Studi Selandia Baru: Kebiasaan Merokok dan Kondisi Obesitas Saat Remaja Bisa Percepat Penuaan Dini

Health | Kamis, 03 Maret 2022 | 08:42 WIB

Malnutrisi Bukan Hanya Masalah Kekurangan Gizi, Tapi Juga Obesitas

Malnutrisi Bukan Hanya Masalah Kekurangan Gizi, Tapi Juga Obesitas

Health | Kamis, 03 Maret 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×