Waspadai 4 Gejala Kabut Otak, Efek Samping yang Berpotensi Dialami Penyintas Covid-19

Yasinta Rahmawati

Minggu, 06 Maret 2022 | 15:28 WIB
Waspadai 4 Gejala Kabut Otak, Efek Samping yang Berpotensi Dialami Penyintas Covid-19
Foto oleh Dziana Hasanbekava dari Pexels

Suara.com - Pernahkah Anda mengenal istilah kabut otak atau brain fog? Istilah ini kembali populer pada pandemi Covid-19 yang terjadi selama kurang lebih dua tahun belakangan. Kondisi ini, meski tak resmi sebagai kondisi medis, dirasakan banyak penyintas Covid-19 dari awal infeksi hingga beberapa saat setelah masa pemulihan.

Tapi sebenarnya apa itu kabut otak? Untuk mengenali definisi dan gejala yang biasa muncul saat seorang dinilai mengalami kabut otak, Anda bisa simak di bawah ini.

Memahami Apa Itu Kabut Otak

Kabut otak dapat dipahami sebagai kelompok gejala yang muncul akibat infeksi Covid-19, atau bisa juga disebabkan oleh hal lain, secara umum, penderita kabut otak akan mengalami gejala memori memudar, sulit berkonsentrasi, sulit memproses informasi, kelelahan, serta pikiran yang kacau.

Memang bukan kondisi yang sangat serius dan hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Namun akan sangat baik jika Anda bisa mengenali gejalanya sedini mungkin bukan?

Beberapa Tanda Kabut OTak

Seperti yang dijelaskan di bagian sebelumnya, dan akan dijabarkan di sini, terdapat beberapa gejala yang bisa dikenali saat seseorang mengalami kondisi tersebut.

Ilustrasi pusing. (pexels.com/Mikhail Nilov)
Ilustrasi kelelahan, kabut otak. (pexels.com/Mikhail Nilov)

1. Sulit Konsentrasi

Gejala ini paling sering muncul dan umum terjadi pada penderita kabut otak. Tidak jelas mengapa seorang mengalami sulit konsentrasi setelah menderita Covid-19, namun hal ini nyata adanya. Bahkan pada banyak kasus, seorang cenderung melakukan kesalahan konyol di tugas yang sederhana.

baca juga

2. Sulit Memproses Informasi

Kabut otak juga muncul ketika seorang sulit memproses informasi. Tugas yang idealnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat, akan memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Hal ini bisa menjadi pemicu frustasi pada penderitanya.

3. Memori Memudar

Lebih kepada ingatan jangka pendek yang sulit untuk disusun dan dibuat. Penderita kabut otak akan mengalami gangguan mengingat hal-hal yang baru saja terjadi, sehingga akan menyulitkan aktivitas setiap hari.

4. Pikiran Kacau

Gangguan pada aktivitas otak ini akan membuat penderitanya memiliki pikiran yang kacau dan mengalami masalah serius pada multitasking. Meski demikian seiring berjalannya waktu kabut otak akan menghilang.

Ketika mengalami kabut otak ini, sebaiknya Anda segera mendatangi dokter untuk berkonsultasi. Biasanya dokter akan menyiapkan beberapa multivitamin, atau suplemen nutrisi otak agar otak kembali pulih dan berfungsi dengan baik.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Bulan Terakhir, Kulon Progo Catat 34 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Tiga Bulan Terakhir, Kulon Progo Catat 34 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Jogja | Minggu, 06 Maret 2022 | 13:38 WIB

Dalam Sehari, 579 Pasien Covid-19 di Bantul Sembuh

Dalam Sehari, 579 Pasien Covid-19 di Bantul Sembuh

Jogja | Minggu, 06 Maret 2022 | 12:55 WIB

CEK FAKTA: Ramai Kabar Bantuan Sosial Rp 600 Ribu Bagi Pemilik E-KTP yang Belum Dapat Bantuan #dirumahaja, Benarkah?

CEK FAKTA: Ramai Kabar Bantuan Sosial Rp 600 Ribu Bagi Pemilik E-KTP yang Belum Dapat Bantuan #dirumahaja, Benarkah?

Hits | Minggu, 06 Maret 2022 | 13:18 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×