Misteri Kematian Tangmo Nida, Ternyata Begini Proses Autopsi Mayat!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 06 Maret 2022 | 19:00 WIB
Misteri Kematian Tangmo Nida, Ternyata Begini Proses Autopsi Mayat!
Artis Thailand Tangmo Nida. [Instagram]

Suara.com - Misteri kematian artis Thailand, Tangmo Patcharaveerapong alias Tangmo Nida tak hanya menyita perhatian publik di Thailand, tetapi juga di Indonesia.

Tangmo Nida dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh dari speedboat dan tenggelam di sungai Chao Praya, Thailand, Sabtu (26/2/2022).

Tetapi, penyebab kematian Tangmo Nida ini diragukan lantaran kondisi jenazahnya yang luka-luka di beberapa bagian tubuh.

Selain itu, sang ibu juga tidak yakin anaknya tenggelam hingga meninggal dunia karena cukup pandai berenang. Karena itu, jenazah Tangmo Nida pun sempat diautopsi.

Autopsi yang dilakukan di Institut Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Polri menyatakan bahwa paru-paru Tangmo terdapat pasir. Hal ini menandakan bahwa ia masih bernapas saat terjatuh ke sungai.

Ibu Tak Percaya Tangmo Nida Tewas Karena Jatuh dari Speedboat. (Instagram/melonp.official)
Ibu Tak Percaya Tangmo Nida Tewas Karena Jatuh dari Speedboat. (Instagram/melonp.official)

Hasil autopsi juga menemukan luka dalam di kaki kirinya. Tetapi, masih belum bisa dipastikan penyebab kematiannya jatuh tenggelam atau alasan lain.

Seperti yang kita tahu bahwa autopsi mayat adalah prosedut yang bisa dilakukan untuk mencaritahu penyebab, cara, kapan dan bagaimana seseorang meninggal dunia.

Prosedur autopsi ini biasanya dilakukan oleh dokter ahli patologi atau dokter forensik. Autopsi juga harus dilakukan cepat, biasanya 2 hingga 3 hari setelah kematian seseorang untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Dilansir dari Hellosehat, autopsi berlangsung dengan cara melakukan pemeriksaan eksternal tubuh. Semua fakta atau informasi mengenai tubuh itu akan direkam dan dicatat.

Mulai dari tinggi dan berat badan mayat, bentuk gigi, warna mata, goresan atau bekas luka di sekujur tubuh, tato hingga tanda lahir.

Setelah itu, dokter bisa melakukan bedah internal untuk memeriksa kondisi organ dalam tubuhnya. Misalnya, guna melihat adanya residu kandungan racun atau residu zat lain dalam jantung, paru-paru, ginjal, hati sampai isi perut.

Pembedahan dilakukan untuk melihat adanya kerusakan organ guna memastikan penyebab kematiannya, jika tidak ditemukan adanya residu zat yang mencurigakan.

Dokter biasanya membuat sayatan besar di badan mayat berbentuk Y atau U, yang dimulai dari kedua sisi bahu hingga ke daerah tulang pinggul selama proses pembedahan.

Kemudian, tulang rusuk di depan akan dilepas sehingga dokter bisa melihat organ leher dan dada. Cara ini memungkinakan dokter mengambil organ trakea, kelenjar tiroid dan paratiroid, esofagus, jantung, aorta toraks, dan paru-paru.

Setelah semua organ tubuh itu diambil, dokter bisa mengambil organ lain di bawahnya, seperti usus, hati beserta empedunya, pankreas, limpa, ginjal dan kelenjar adrenal, ureter, kantung kemih, aorta abnominal, dan organ reproduksi.

Terkadang, dokter juga perlu memeriksa organ otak dengan cara memotong kepala dari satu telinga ke telinga yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Artis Thailand Tangmo Nida Terima Uang Kompensasi Rp13,2 Miliar, Tutup Kasus Kematian Anaknya

Ibu Artis Thailand Tangmo Nida Terima Uang Kompensasi Rp13,2 Miliar, Tutup Kasus Kematian Anaknya

Bogor | Minggu, 06 Maret 2022 | 14:54 WIB

Sebarkan Foto dan Video Jenazah Tangmo Nida Bisa Dipenjara

Sebarkan Foto dan Video Jenazah Tangmo Nida Bisa Dipenjara

Batam | Minggu, 06 Maret 2022 | 12:02 WIB

Kisah Kematian Artis Tangmo Nida, Tenggelam karena Jatuh dari Speedboad, Diduga Dibunuh Teman

Kisah Kematian Artis Tangmo Nida, Tenggelam karena Jatuh dari Speedboad, Diduga Dibunuh Teman

Riau | Sabtu, 05 Maret 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB