Covid-19 Dapat Menyebabkan Penyusutan Otak, Begini Penjelasan Peneliti

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 08 Maret 2022 | 10:32 WIB
Covid-19 Dapat Menyebabkan Penyusutan Otak, Begini Penjelasan Peneliti
Ilustrasi otak rusak. (Pixabay.com)

Suara.com - Sebuah studi yang terbit Senin (7/3/2022) menunjukkan bahwa infeksi virus corona Covid-19 dapat mengecilkan materi abu-abu otak, terutama di area yang terlibat dalam proses penciuman dan memori.

Perubahan struktur otak ini terlihat pada pasien Covid-19 yang memerlukan rawat inap dan punya infeksi tidak terlalu parah.

Peneliti menekankan bahwa rusaknya jaringan yang terlihat dalam studi ini di luar perubahan struktural otak yang umumnya terjadi saat bertambahnya usia.

Berdasarkan Live Science, penelitian ini mencakup data dari 785 orang berusia 51 hingga 81 tahun.

Sebanyak 401 di antaranya terinfeksi Covid-19 pada Maret 2020 hingga April 2021. Dari jumlah ini, 15 orang (4%) dirawat di rumah sakit.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Sisanya 384 peserta tidak tertular Covid-19 tetapi memiliki faktor risiko tinggi untuk terkena infeksi, seperti mederita diabetes atau seorang perokok.

Semua kelompok menjalani pemindaian otak sebanyak dua kali dengan jarak tiga tahun, sehingga peneliti dapat melihat perubahan yang terjadi pada para peserta.

Hasil MRI menunjukkan adanya pola penyusutan pada otak pasien Covid-19, kerusakannya pun terlihat lebih luas dan terletak di daerah tertentu di korteks serebral, permukaan luar otak yang berkerut.

Penyusutan paling menonjol di area gyrus parahippocampal, yang mengelilingi hippocampus.

baca juga

Peneliti juga menemukan adanya kerusakan jaringan di area otak yang terhubung ke korteks olfaktorius, struktur bulat yang menerima informasi sensorik dari neuron pendeteksi aroma.

Rata-rata, kelompok yang terinfeksi mengalami kerusakan jaringan sebanyak 0,2% hingga 2% lebih besar dari sekitar tiga tahun sebelumnya.

Peneliti menduga kerusakan otak akibat Covid-19 dapat mempercepat proses penuaan normal dan menyebabkan penurunan kognitif secara lebih cepat.

"Tapi ini sepenuhnya spekulatif. Terlalu dini untuk mengetahuinya," jelas ahli saraf dan profesor di Texas A&M University, Jessica Bernard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbaru: Konsumsi Segelas Bir per Hari Sebabkan Otak Menua Dua Tahun Lebih Cepat

Studi Terbaru: Konsumsi Segelas Bir per Hari Sebabkan Otak Menua Dua Tahun Lebih Cepat

Lifestyle | Senin, 07 Maret 2022 | 20:30 WIB

Minum Alkohol Sehari Sekali Dapat Meningkatkan Penuaan Otak di Masa Depan

Minum Alkohol Sehari Sekali Dapat Meningkatkan Penuaan Otak di Masa Depan

Health | Senin, 07 Maret 2022 | 12:02 WIB

Waspadai 4 Gejala Kabut Otak, Efek Samping yang Berpotensi Dialami Penyintas Covid-19

Waspadai 4 Gejala Kabut Otak, Efek Samping yang Berpotensi Dialami Penyintas Covid-19

Health | Minggu, 06 Maret 2022 | 15:28 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×