WHO Meminta Ukraina Menghancurkan Kuman Berbahaya di Lab Kesehatan Demi Mencegah Tumpahan

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 12 Maret 2022 | 10:39 WIB
WHO Meminta Ukraina Menghancurkan Kuman Berbahaya di Lab Kesehatan Demi Mencegah Tumpahan
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen atau kuman infeksius di laboratorium kesehatan demi mencegah tumpahan selama invasi Rusia, Kamis (10/3/2022).

Sebelumnya, WHO berkeja sama dengan laboratorium kesehatan Ukraina untuk membuat protokol keamanan, tujuannya mencegah pelepasan patogen berbahaya secara tidak sengaja maupun sengaja.

"Sebagai bagian dari riset ini, WHO menyarankan kepada Kementerian Kesehatan Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab, untuk menghancurkan patogen ancaman tinggi demi mencegah potensi tumpahan," jelas WHO dalam email yang dikirim ke Reuters, dilansir Live Science.

WHO juga menyarankan kepada pihak yang terkena dampak untuk mencari bantuan teknis, mengenai pembuangan patogen secara ama dan terjamin.

Badan tersebut tidak merinci kapan surat rekomendasi dikeluarkan dan apakah sudah ditindaklanjuti. Mereka juga spesifik menyebut kuman mana yang perlu dihancurkan.

Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Di surelnya, WHO tidak menyebutkan patogen mana yang berpotensi digunakan sebagai biowarfare, yang sudah lama diklaim Rusia berada di laboratorium Ukraina.

Rusia juga menuduh Ukraina mendapat dukungan dari AS dalam hal itu.

"Rusia telah membicarakan laboratorium di Ukraina selama beberapa tahun sekarang ini. Saya tidak melihat bukti yang mendukung klaim Rusia," jelas profesor emeritus Toksikologi Lingkungan di Universitas Leeds, Alastair Hay.

Bahkan, Rusia mengajukan permintaan resmi agar bertemu Dewan Keamanan PBB untuk membahas aktivitas biologis militer AS di wilayah Ukraina.

baca juga

Namun, klaim Rusia tersebut dibantah oleh PBB.

"Mereka (WHO) tidak mengetahui aktivitas apa pun dari pemerintah Ukraina yang tidak sesuai dengan kewajiban perjanjian internasionalnya, termasuk senjata kimia atau senjata bilogis," jelas juru bicara PBB Stéphane Dujarric, Kamis (10/3/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Angkat Bicara Perihal Varian Deltacron: Belum Ada Perubahan dalam Tingkat Keparahannya

WHO Angkat Bicara Perihal Varian Deltacron: Belum Ada Perubahan dalam Tingkat Keparahannya

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 20:23 WIB

WHO Minta Negara Legalkan Aborsi, Kemenkes Buka Suara

WHO Minta Negara Legalkan Aborsi, Kemenkes Buka Suara

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 18:15 WIB

Kemenkes Sebut Negara Tak Bisa Tetapkan Status Endemi Secara Sepihak, Semua Tergantung WHO

Kemenkes Sebut Negara Tak Bisa Tetapkan Status Endemi Secara Sepihak, Semua Tergantung WHO

News | Jum'at, 11 Maret 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×