facebook

Alami Cacat Lahir, Anak Laki-laki Ini Punya Dua Penis yang Berfungsi Sempurna!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Alami Cacat Lahir, Anak Laki-laki Ini Punya Dua Penis yang Berfungsi Sempurna!
Ilustrasi anak laki-laki (Foto oleh Helena Lopes dari Pexels)

Seorang anak laki-laki punya dua penis yang sama-sama berfungsi sempurna.

Suara.com - Anak laki-laki yang disembunyikan identitasnya mengalami cacat lahir yang sangat langka. Ia terlahir dengan dua penis yang berfungsi penuh.

Anak lahir dengan dua penis ini merupakan kasus cacat lahir yang sangat langka. Karena, hanya ada 100 kasus serupa dalam 400 tahun.

Luar biasanya, anak laki-laki asal Uzbekistan ini hidup dengan cacat lahir selama 7 tahun sebelum menjalani operasi.

Para dokter melalui sebuah jurnal medis mengatakan anak laki-laki itu sempat dirujuk ke klinik karena terlahir dengan alat kelamin abnormal.

Baca Juga: Ibu Hamil Bisa Lindungi Janin dari Virus Corona Covid-19, Begini Caranya!

"Pemeriksaan fisik awal menemukan dua penis yang berkembang sempurna dengan kulit batang serupa," kata para dokter dikutip dari The Sun.

Ilustrasi anak laki-laki (freepik)
Ilustrasi anak laki-laki (freepik)

Anak laki-laki itu buang air kecil melalui kedua penis tersebut, yang berarti ia memiliki dua uretra terpisah.

Kedua penis masing-masing memiliki jaringan ereksi, tetapi dokter tidak melaporkan kedua penis itu bisa ereksi atau tidak.

Mereka mengetahui bahwa anak laki-laki itu lahir tanpa anus, suatu kondisi yang disebut atresia anal, yang mempengaruhi hingga 1 dari 1.500 bayi.

Meskipun kondisi ini bisa ditangani segera setelah lahir, tapi tidak tahu penyebab anak laki-laki ini membutuhkan 7 tahun untuk mengatasi kondisi langkanya tersebut.

Baca Juga: CDC Prediksi Virus Corona Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Musiman

Secara medis, kondisi ini disebut diphallia yang juga bisa menyebabkan masalah pada testis, pencernaan dan saluran kemih.

Petugas medis mengatakan fenomena langka itu menimbulkan tantangan bedah yang besar. Selama operasi, penis kirinya dikeluarkan dengan hati-hati dan aliran urinenya harus diarahkan ke sisi kanan.

Kateter dipasang selama 21 hari saat bocah itu pulih di rumah sakit. Dua bulan kemudian, bocah itu pulih dan bisa menggunakan toilet seperti biasa.

Komentar