Mengenal Tindakan Implan Lensa CTR untuk Penderita Katarak, Bisa Cegah Mata Buta!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 17 Maret 2022 | 10:53 WIB
Mengenal Tindakan Implan Lensa CTR untuk Penderita Katarak, Bisa Cegah Mata Buta!
Operasi katarak [shutterstock]

Suara.com - Katarak masih jadi penyebab kebutaan tertinggi di dunia. Itulah sebabnya prosedur medis untuk mengatakan katarak terus dikembangkan, salah satunya melalui implantasi Capsular Bag Tension Ring (CTR) atau implan lensa.

Menariknya, implantasi CTR ini digagas Spesialis Mata Subspesialis Bedah Katarak & Refraktif, Dr. dr. Vidyapati Mangunkusumo, dan dituangkan dalam disertasinya, dengan penelitian yang berlangsung antara Mei 2019 hingga Juni 2020, melibatkan 51 subjek di Indonesia.

Implantasi CTR adalah proses penanaman lensa pada retina penderita katarak, tujuannya agar lensa mata penderita katarak bisa kembali optimal, dan penglihatan kembali normal.

"Dengan penanaman CTR yang tepat, pasien dapat terbebas dari penyakit katarak dan penglihatannya kembali optimal. Dengan demikian  pasien dapat kembali mandiri dan produktif,” papar Dr. Vidyapati saat konferensi pers JEC Eye Hospitals & Clinics, Rabu (16/3/2022).

Penelitian ini fokus pada risiko penderita miopia tinggi atau mata minus di atas 6, bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami mata katarak.

Sehingga dengan ditemukannya inisiasi praktik implantasi CTR di Indonesia, bisa jadi harapan baru bagi penderita katarak.

Apalagi data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi refraksi terkoreksi termasuk karena rabun jauh di Indonesia sebesar 4,6 persen dari total penduduk, dan diprediksi jumlahnya terus bertambah setiap tahunnya.

“Penelitian ini bertujuan memberikan solusi bagi penderita katarak dengan miopia tinggi agar memiliki opsi tindakan penanganan yang lebih presisi dan aman. Terlebih pasien dengan miopia tinggi memiliki prevalensi 62 persen menjadi katarak pada usia lebih dini, bahkan dalam rentang masa produktif," jelas Dr. Vidyapati.

Sebelumnya, tindakan operasi katarak kerap menggunakan metode fakoemulsifikasi, yang juga dianggap sebagai gold standard karena hanya butuh luka sayatan kecil dan bisa sembuh dengan cepat.

baca juga

Namun metode fakoemulsifikasi meningkatkan risiko ketidakstabilan di area zonula mata, bagi pasien katarak penyandang miopia atau rabun jauh tinggi

Ketidakstabilan zonula ini bisa mengakibatkan perubahan ketajaman penglihatan, atau mata jadi lebih sulit untuk autofocus.

Perlu diketahui, kebutaan termasuk karena katarak, menurut Dr. Vidyapati bisa menurunkan kualitas hidup seseorang, termasuk tidak bisa bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi dengan maksimal.

"Karenanya, kesehatan mata sangat relevan dan berpengaruh kuat dalam perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan PBB. Untuk mendukung itu, ketersediaan layanan kesehatan mata yang memadai dan mumpuni sangatlah krusial," tutup Dr. Vidyapati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

11,6 Persen Pasien Katarak Ogah Operasi Karena Masalah Biaya

11,6 Persen Pasien Katarak Ogah Operasi Karena Masalah Biaya

Health | Selasa, 15 Maret 2022 | 13:36 WIB

Jadi Penyebab Kebutaan Terbanyak, Anak Muda Yuk Perhatikan Gejala Katarak Sejak Dini!

Jadi Penyebab Kebutaan Terbanyak, Anak Muda Yuk Perhatikan Gejala Katarak Sejak Dini!

Health | Rabu, 23 Februari 2022 | 12:34 WIB

Agar Hasil Lebih Maksimal, Kenali 6 Jenis Lensa Kamera Ini

Agar Hasil Lebih Maksimal, Kenali 6 Jenis Lensa Kamera Ini

Your Say | Rabu, 23 Februari 2022 | 11:06 WIB

Terkini

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:00 WIB

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 09:56 WIB

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

×