Bahaya Sering Menahan Lapar, Ketahui Apa Saja Efek Sampingnya

Yasinta Rahmawati

Minggu, 20 Maret 2022 | 13:59 WIB
Bahaya Sering Menahan Lapar, Ketahui Apa Saja Efek Sampingnya
Ilustrasi gambar bahaya sering menahan lapar. (freepik)

Suara.com - Semua orang tahu rasanya sakit perut yang tidak nyaman. Jika seseorang melewatkan satu kali makan karena satu dan lain alasan, dia dapat merasakan efeknya pada suasana hati, kemampuan untuk berkonsentrasi, dan kadang-kadang bahkan kemampuan untuk berpikir jernih. Bahaya sering menahan lapar tidak boleh diabaikan.

Sayangnya, ini adalah kenyataan bahwa jutaan orang hidup dengan perasaan seperti ini setiap hari dalam hidup mereka. Menurut PBB, sekitar 870 juta orang menderita kelaparan, yang berarti satu dari delapan orang kelaparan secara global. Bahaya sering menahan lapar memiliki efek serius pada seluruh tubuh.

Meskipun rasa lapar biasanya merupakan perasaan yang berhubungan dengan perut, rasa lapar juga secara langsung mempengaruhi otak. Karena kekurangan nutrisi penting, vitamin, protein dan mineral, rasa lapar yang parah dan terus menerus dapat menghambat perkembangan otak secara kognitif, sosial dan emosional, yang semuanya mempengaruhi kemampuan individu untuk membaca, berkonsentrasi, menghafal dan bahkan berbicara.

Organ-organ penting lainnya juga secara langsung dipengaruhi oleh rasa lapar. Gangguan penglihatan dan masalah penglihatan lainnya diakibatkan oleh kekurangan vitamin A, dan gusi serta gigi dapat menjadi rusak karena kekurangan kalsium. Bahaya sering menahan lapar ebih buruknya lagi adalah akan menyerang sistem kekebalan tubuh

Jika sistem kekebalan tubuh kekurangan vitamin, nutrisi, dan mineral dasar, maka ia tidak dapat mempertahankan tubuh dengan baik terhadap penyakit, itulah sebabnya negara-negara berkembang terus-menerus memerangi berbagai penyakit.

ilustrasi seorang wanita sedang sakit perut (pixabay.com)
ilustrasi seorang wanita sedang sakit perut (pixabay.com)

Seperti disebutkan di atas, kelaparan dapat mempersulit belajar, itulah sebabnya kemiskinan dan kelaparan yang ekstrem sering dikaitkan dengan kurangnya pendidikan yang layak. Terutama di negara berkembang, anak-anak yang mengalami kelaparan sejak usia sangat muda cenderung kesulitan secara akademis dan memiliki IQ yang lebih rendah jika dibandingkan dengan prestasi akademik anak-anak yang bergizi baik.

Meskipun semua anak harus memiliki akses ke makanan, sangat penting bahwa bayi baru lahir dan balita menerima nutrisi yang diperlukan. Menurut 30 Hour Famine, 70 persen otak berkembang selama dua tahun pertama kehidupan saja. Jika anak kecil mengalami kekurangan gizi, terutama dalam rentang waktu tersebut, otaknya bisa rusak selamanya.

Bahaya sering menahan lapar dan kekurangan gizi tidak hanya merusak, tetapi juga tidak dapat diperbaiki. Selain kurangnya kenyamanan, kelaparan juga menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap orang, terutama yang berada di negara berkembang, memiliki asupan nutrisi yang diperlukan tubuh agar dapat hidup sehat dan berumur panjang.

Kontributor : Ulil Azmi

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Harus Tahu, 3 Cara Menjaga Kualitas Sperma

Pria Harus Tahu, 3 Cara Menjaga Kualitas Sperma

Your Say | Sabtu, 19 Maret 2022 | 08:22 WIB

Ingin Jadi Pelari Hebat, Ini 5 Nutrisi Penting yang Harus Kamu Penuhi

Ingin Jadi Pelari Hebat, Ini 5 Nutrisi Penting yang Harus Kamu Penuhi

Health | Sabtu, 19 Maret 2022 | 06:15 WIB

Jangan Asal Pilih Makanan untuk Anak, Ini 8 Nutrisi Penting untuk Pertumbuhannya!

Jangan Asal Pilih Makanan untuk Anak, Ini 8 Nutrisi Penting untuk Pertumbuhannya!

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas

Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas

Video | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:23 WIB

Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia

Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:22 WIB

Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?

Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:20 WIB

Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro

Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:16 WIB

Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI

Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI

Bri | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:15 WIB

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:05 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:00 WIB

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:57 WIB

×