Tertawa Hingga Keluar Air Mata, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 21 Maret 2022 | 15:49 WIB
Tertawa Hingga Keluar Air Mata, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi tertawa hingga keluar air mata. [shutterstock]

Suara.com - Saat melihat atau mendengar sesuatu hal yang sangat lucu, tertawa biasanya menjadi respon yang refleks dilakukan. Bahkan, sebagian orang mungkin bisa tertawa hingga keluar air mata.

Bukan berarti menangis, tertawa hingga keluar air mata sebenarnya hal yang wajar. Bahkan, secara psikologi disebutkan kalau tertawa hingga mengeluarkan air mata bermanfaat bagi kesehatan mental.

"Ada manfaat menangis dan tertawa. Jadi, ketika melakukannya bersama-sama, kita mendapatkan manfaat dari keduanya. Tetapi biasanya tanpa kesedihan yang dapat menyebabkan menangis," kata pakar psikologi perilaku dan ilmuwan utama di The Uncertainty Experts Katherine Templar Lewis, kepada Metro.

Ia menjelaskan bahwa saat menangis, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang dapat mengurangi rasa sakit. Sehingga tubuh terasa jadi agak membaik juga bantu mengatur dan memproses emosi.

Sedangkan manfaat tertawa bisa menurunkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Tertawa juga akan memicu pelepasan endorfin kimiawi yang sama.

"Penurunan hormon stres ini bisa sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh kita dan bahkan jantung. Menangis dan tertawa menghilangkan stres, jadi melakukan keduanya bersama-sama mendapat manfaat ganda," kata Katherine.

Tetapi, menurut Katherine, kebanyakan orang akan makin jarang tertawa hingga mengeluarkan air mata seiring bertambahnya usia mereka. Jumlah tertawa ketika masih anak-anak dan setelah dewasa sangat jauh berbeda.

"Anak-anak tertawa sekitar 400 kali sehari. Sebagai orang dewasa, kita hanya tertawa hingga 20 kali sehari," ujarnya.

Kondisi itu disebabkan karena faktor norma, harapan sosial, serta budaya yang harus disalahkan. Katherine menyampaikan, pandangan masyarakat mengenai emosi yang tidak terkendali, seperti tertawa, tidak pantas ditunjukkan atau berarti menampilkan semacam kelemahan emosional.

baca juga

"Bisa juga karena kita takut orang mungkin mengira kita menertawakan mereka jika tidak terlibat dalam lelucon, atau memahami apa yang Anda anggap lucu," kata Katherine.

Alasan-alasan itu ditambah dengan tekanan umum karena bertambahnya usia, memiliki tanggung jawab, dan harus menjaga diri sendiri mendorong kebanyakan orang memiliki lebih sedikit kesempatan untuk tertawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali 4 Tanda Stres Berat, Nomor 2 Paling Sering Dialami

Kenali 4 Tanda Stres Berat, Nomor 2 Paling Sering Dialami

Your Say | Minggu, 20 Maret 2022 | 12:59 WIB

5 Tips Atasi Lelah Mental karena Pekerjaan

5 Tips Atasi Lelah Mental karena Pekerjaan

Your Say | Jum'at, 18 Maret 2022 | 21:54 WIB

5 Tanda Anda Mungkin Alami Daddy Issues yang Berdampak Pada Pasangan

5 Tanda Anda Mungkin Alami Daddy Issues yang Berdampak Pada Pasangan

Lifestyle | Jum'at, 18 Maret 2022 | 20:38 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×