Dialami Mawar AFI, Begini Perawatan Mulut setelah Operasi Rahang yang Bergeser

Kamis, 24 Maret 2022 | 13:06 WIB
Dialami Mawar AFI, Begini Perawatan Mulut setelah Operasi Rahang yang Bergeser
Mawar AFI [Instagram]

Suara.com - Mawar AFI sedang dalam masa pemulihan setelah operasi rahang satu minggu yang lalu. Menurut kuasa hukum Zakir Rasyidin, wanita bernama asli Mawar Dhimas Febra Purwanti diprediksi akan sembuh dalam dua minggu ke depan.

Zakir menambahkan bahwa Mawar AFI melakukan operasi rahang karena rahangnya bergeser sehingga aktivitas sehari-harinya terganggu.

"Jadi rahang wajah sebelah kanannya ini ada pergeseran, dia bergeser dan membuat dia tidak nyaman pada saat berbicara, pada saat dia tidur, saat beraktivitas, sehingga dia melakukan operasi rahang pipi sebelah kanan," ujar Zakir, Selasa (22/3/2022).

Berdasarkan Medical News Today, rahang bergeser atau dislokasi rahang mengacu pada rahang begerak keluar dari posisinya.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, paling umum adalah membuka mulut terlalu lebar, seperti saat makan, menguap, muntah, atau menjalani prosedur perawatan gigi.

Tangkapan layar video Mawar AFI di YouTube Denny Sumargo. [YouTube Denny Sumargo]
Tangkapan layar video Mawar AFI di YouTube Denny Sumargo. [YouTube Denny Sumargo]

Cedera akibat jatuh atau kecelakaan kendaraan juga dapat menyebabkan dislokasi rahang, menurut laman Health Direct.

Orang yang mengalaminya harus segera berkonsultasi dengan dokter, yang akan mendiagnosis dislokasi rahang dengan pemeriksaan fisik maupu rontgen.

Dokter dapat mengembalikan rahang ke posisinya secara manual atau terkadang melalui operasi.

Perawatan rahang bergeser atau dislokasi rahang

Baca Juga: Mawar AFI Operasi Rahang: Kenali Penyebab dan Gejala dari Rahang Bergeser?

Setelah kembali ke posisi yang benar, rahang harus tetap stabil dengan perban untuk mencegah membuka mulut terlalu lebar.

Pasien juga tidak boleh membuka mulut lebar-lebak selama 6 minggu. Ketika bersin atau menguap selama masa ini, mulut pergi dipegangi dengan tangan.

Pasien dapat mengontrol rasa sakit dengan minum obat dan kompres dingin selama 10 hinggga 20 menit setiap dua hingga tiga jam.

Makan makanan lunak sehingga pasien tidak perlu terlalu banyak menggerakkan rahang saat mengunyah.

Jika menderita kelainan sendi rahang (TMD), hindari mengunyah permen karet, mengatupkan rahang, dan membuka mulut terlalu lebar.

Pasien dapat menggunakan pelindung mulut di malam hari untuk mencegah menggeretakkan gigi dan berlatih relaksasi untuk meminimalkan tekanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI