Jangan Pernah Letakkan Televisi di Kamar Anak, Ini 7 Risikonya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 29 Maret 2022 | 10:50 WIB
Jangan Pernah Letakkan Televisi di Kamar Anak, Ini 7 Risikonya
Ilustrasi televisi [shutterstock]

Suara.com - Beberapa orangtua mungkin meletakkan televisi di kamar anak dengan alasan untuk hiburan dan agar mereka tidak bosan. Tetapi, tindakan itu sebenarnya dapat berdampak buruk bagi anak.

Hal itu karena orangtua tidak bisa mengontrol tayangan yang disaksikan anak. Dikutip dari Ruang Guru, berikut sejumlah dampak buruk bila meletakan televisi di kamar anak.
 
1. Berpotensi merusak mata anak dan kesehatan lainnya

Anak yang sering menonton televisi berisiko mengalami penyempitan pembuluh darah di mata. Hal itu disebabkan karena mata anak hanya menatap pada satu layar saja. Selain itu, jika jarak antara mata dengan televisi terlalu dekat, maka kesehatan mata akan lebih terganggu. Sebaiknya, atur jarak sebesar 5 diagonal dengan syarat semakin besar ukuran layar, maka semakin jauh pula jaraknya.

2. Buah dan sayur lebih dihindari oleh anak

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Loughborough University, anak yang memiliki televisi di kamarnya juga cenderung menghindari buah dan sayuran. Perilaku ini timbul karena anak lebih memilih untuk memakan camilan yang lebih praktis dibandingkan dengan kedua makanan sehat tersebut.

3. Anak cenderung mengalami obesitas

Menurut penelitian dari University College London, anak yang berusia tujuh tahun dan memiliki televisi di kamarnya, ternyata berisiko mengalami berat badan yang berlebihan saat berusia 11 tahun. Perbandingan risikonya adalah perempuan 30 persen dan laki-laki 20 persen. Perempuan memiliki potensi yang lebih besar karena menurut Dr. Anja Heilmann, anak laki-laki ketika menonton televisi biasanya menggerakan tubuh dengan melompat-lompat di sofa, sedangkan anak perempuan tidak melakukan hal tersebut.

4. Anak rentan mengalami depresi

Selain berakibat menimbulkan berat badan yang berlebihan, anak yang memiliki televisi di kamar mereka juga rentan mengalami depresi. Kedua hal tersebut saling berkaitan karena jika mereka memiliki berat yang berlebihan, maka anak akan merasa minder. Jika sudah seperti itu, orangtua patut waspada. Sebab kemungkinan anak juga akan mengalami depresi. 

5. Anak menjadi malas belajar

Apabila di kamar anak terdapat televisi, hal itu dapat memengaruhi prestasi belajar mereka. Televisi di kamar akan membuat anak kecanduan sehingga lupa belajar, bahkan lupa melakukan aktivitas lain seperti bersosialisasi. 

6. Terganggunya pola tidur anak

 Terganggunya pola tidur ini disebabkan adanya hambatan produk melatonin sebagai hormon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mengontrol tidur. Dari pola tidur yang terganggu itu, kemudian akan memberikan dampak lain seperti berisiko lebih besar mengalami mimpi buruk, sulit bangun di pagi hari, dan susah berkonsentrasi di sekolah karena mengantuk.

7. Kecenderungan merokok lebih tinggi dialami anak

Penelitian yang dilakukan dengan responden 700 siswa yang berusia 12 sampai 14 tahun menunjukkan bahwa anak yang memiliki televisi di kamar mereka, kemungkinan dua kali lebih besar kecendrungan untuk mulai merokok. Data ini terbukti karena sinetron ataupun tayangan lain di televisi memiliki konten negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tips Menjaga Mental Tetap Sehat untuk Ibu Rumah Tangga, Cegah Depresi!

4 Tips Menjaga Mental Tetap Sehat untuk Ibu Rumah Tangga, Cegah Depresi!

Your Say | Selasa, 29 Maret 2022 | 09:45 WIB

Babysitter Anak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Resign Usai Sebulan Kerja, Ada Apa?

Babysitter Anak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Resign Usai Sebulan Kerja, Ada Apa?

Entertainment | Selasa, 29 Maret 2022 | 08:53 WIB

Tahu Ayahnya Kecelakaan, Anak Rian D'Masiv Histeris Nangis

Tahu Ayahnya Kecelakaan, Anak Rian D'Masiv Histeris Nangis

Banten | Selasa, 29 Maret 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB