Bukan Santet! Penyebab Kaki Tiba-Tiba Lebam Seperti Nora Alexandra

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 29 Maret 2022 | 17:05 WIB
Bukan Santet! Penyebab Kaki Tiba-Tiba Lebam Seperti Nora Alexandra
Nora Alexandra (Instagram)

Suara.com - Kaki tiba-tiba lebam kerap dialami sejumlah orang, walaupun sebelumnya tidak terbentur apa pun. Hal serupa dialami oleh istri musisi Jerink SID, Nora Alexandra

Lewat media sosial, Nora berbagi cerita kalau pahanya tiba-tiba lebam. Namun, Nora mengaitkan peristiwa tersebut dengan hal mistis. 

Ia merasa sedang dikirim ilmu hitam, semacam santet, yang bisa membahayakan dirinya dan keluarga.

"Main dukun mulu buat nyakitin gue," tulis Nora, ditilik dari Instagram @ncdpapl pada Selasa (29/3/2022). 

Selain kaki yang lebam, Nora juga mengatakan kerap diganggu lewat mimpi.

"Dalam mimpi diganggu, eh bangun-bangun membiru ini paha," ujarnya.

unggahan Nora Alexandra (Instagram/@ncdpapl)
unggahan Nora Alexandra (Instagram/@ncdpapl)

Secara medis, kaki yang tiba-tiba lebam sebenarnya bukan hal baru. Memar yang bukan karena benturan sangat umum terjadi pada siapa pun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Selain itu, biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu yang relatif cepat. 

Namun, apabila memar tetap ada, berubah ukuran, juga terlihat tidak biasa, mungkin ada kondisi yang mendasarinya atau faktor lainnya.

Dikutip dari Medical News Today, ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan memar tanpa adanya benturan.

1. Usia

Orang dewasa yang lebih tua lebih rentan mengalami memar. Karena kulit lebih tipis dan kurang fleksibel, terutama di bagian belakang lengan. Pembuluh darah kehilangan elastisitas dan lebih mudah pecah. 

2. Jenis Kelamin

Perempuan cenderung lebih mudah memar daripada laki-laki. Meskipun tidak ada bukti medis yang meyakinkan tentang alasannya, perempuan biasanya memiliki kulit yang lebih tipis, yang membuat memar lebih mudah berkembang. 

3. Genetika

Kecenderungan mudah memar dapat diturunkan dalam keluarga. Misalnya, penyakit von Willebrand adalah kelainan perdarahan herediter di mana darah tidak membeku dengan benar. Hal ini menyebabkan mudah memar atau memar yang lebih besar.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab memar tiba-tiba:

1. Konsumsi Obat-Obatan dan Suplemen

Obat-obatan seperti antikoagulan, obat antiinflamasi nonsteroid, dan kortikosteroid mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Hal ini dapat menyebabkan darah bocor dari pembuluh dan terakumulasi di bawah kulit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen makanan tertentu, seperti minyak ikan, bawang putih, dan ginseng, juga dapat menjadi faktor penyebab pendarahan dan memar.

Seseorang yang minum obat dan mengalami memar secara acak harus berbicara dengan dokter untuk meminta nasihat dan mendiskusikan obat dan riwayat kesehatan keluarga mereka.

2. Gangguan pendarahan atau pembekuan

Gangguan perdarahan yang mendasari, seperti hemofilia, trombositopenia, atau defisiensi faktor V, dapat menyebabkan memar.

Hemofilia adalah kondisi genetik di mana orang kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX, yang mengakibatkan memar yang berlebihan. Ini adalah kondisi langka yang kebanyakan dialami laki-laki.

Orang dengan trombositopenia imun memiliki jumlah trombosit yang rendah dan memar juga dapat muncul tanpa alasan. Trombosit adalah sel yang membantu darah menggumpal dan menghentikan pendarahan.

3. Infeksi

Sepsis adalah infeksi yang menyebabkan penumpukan racun dalam darah atau jaringan. Orang dengan sepsis sering mengalami sekelompok bintik darah kecil, menyerupai tusukan jarum di kulit (petechiae) atau area ungu (purpura). Tanpa pengobatan, kondisi itu dapat bertambah besar sehingga membentuk memar yang lebih besar.

Juga dikenal sebagai keracunan darah, sepsis memerlukan perawatan darurat segera.

4. Kekurangan vitamin

Pola makan yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan. Salah satunya kekurangan vitamin dapat menyebabkan memar acak. Seperti kekurangan vitamin C dan vitamin K.

Diperlukan untuk produksi kolagen, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mempertahankan aktivitas antioksidan juga vitamin C serbaguna. Hal-hal itu dapat menghilangkan radikal bebas berbahaya yang bisa menyebabkan degenerasi jaringan dan memar acak.

Untuk mencegah kekurangan vitamin bisa dengan membuat perubahan pola makan bergizi seimbanh dan bila perlu mengonsumsi suplemen.

5. Penyakit hati atau ginjal

Saat hati rusak, akan berhenti memproduksi protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah. Misalnya, sirosis akibat dari kerusakan jangka panjang yang terus-menerus. Salah satu gejalanya yakni, tubuh jadi mudah memar.

Seseorang dengan penyakit ginjal juga mudah memar karena hilangnya elastisitas kulit. Obat-obatan dapat menghambat proses pembekuan darah dan menghambat fungsi trombosit. 

6. Penyebab lainnya

Perawatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi target, dapat menyebabkan memar. Ini karena pengobatan itu menurunkan jumlah trombosit dalam darah.

Mudah memar dan berdarah juga termasuk gejala umum leukemia. Penyakit itu umumnya mempengaruhi punggung, kaki, dan tangan. Indikasi lain kemungkinan leukemia adalah banyak memar tanpa indikasi penyebabnya. 

Apabila memar hilang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan secara medis ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nora Alexandra Ngaku Paha Lebam Akibat Ada yang Main Dukun Hingga Santet, Bagaimana Sih Menurut Medis?

Nora Alexandra Ngaku Paha Lebam Akibat Ada yang Main Dukun Hingga Santet, Bagaimana Sih Menurut Medis?

Health | Selasa, 29 Maret 2022 | 16:11 WIB

Paha Nora Alexandra Lebam Diduga Kena Santet: Mainnya Dukun Buat Aku Hancur

Paha Nora Alexandra Lebam Diduga Kena Santet: Mainnya Dukun Buat Aku Hancur

Entertainment | Selasa, 29 Maret 2022 | 14:28 WIB

Nora Alexandra Sebut Dicelakai Orang Lewat Dukun, Sindir Teman-Teman Jerinx

Nora Alexandra Sebut Dicelakai Orang Lewat Dukun, Sindir Teman-Teman Jerinx

Entertainment | Selasa, 29 Maret 2022 | 12:22 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB