Vaksin Covid-19 Anak-anak Kurang Efektif Lawan Varian Omicron, Ini Kata Peneliti!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 01 April 2022 | 13:30 WIB
Vaksin Covid-19 Anak-anak Kurang Efektif Lawan Varian Omicron, Ini Kata Peneliti!
Ilustrasi Vaksin COVID - 19. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian di New England Journal of Medicine, menemukan vaksin Covid-19 Pfizer memberikan perlindungan lebih sedikit terhadap varian Omicron daripada varian Delta pada anak-anak. Tapi, vaksin Pfizer ini melindungi diri dari infeksi parah kedua varian virusc corona tersebut.

Laporan penelitian tersebut menyatakan bahwa vaskin Covid-19 pada anak usia 5 hingga 11 tahun mengurangi risiko rawat inap lebih dari dua pertiga selamat dari infeksi parah virus corona.

Para peneliti menemukan bahwa vaksin Covid-19 juga mengurangi risiko rawat inap akibat virus corona pada remaja usia 12-18 tahun dan infeksi parah akibat penyakit tersebut.

Dr. Adrienne Randolph di Rumah Sakit Anak Boston, alasan seorang anak mendapatkan vaksin Covid-19 adalah mencegah komplikasi parah akibat infeksi virus corona Covid-19, termasuk rawat inap.

Bukti ini menunjukkan bahwa vaksinasi mengurangi risiko ini secara substansial pada anak usia 5 hingga 11 tahun.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)

Sementara vaksin Covid-19 hanya memberi perlindungan yang lebih rendah terhadap varian Omicron, vaksinasi tetaplah mencegah infeksi parah dari kedua varian virus corona tersebut.

Studi ini melihat data dari 1.185 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan virus corona, mulai dari usia 5 hingga 18 tahun. Peneliti juga melihat data 1.627 pasien kontrol dengan usia yang sama tanpa virus corona Covid-19 di 31 rumah sakit anak di 23 negara bagian dari Juli 2021 hingga Febuari 2022.

Para peneliti dilansir dari Fox News, menemukan bahwa secara keseluruhan, 88 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dengan virus corona Covid-19 tanpa vaksinasi dan 25 persen membutuhkan tindakan pendukung kehidupan.

Mereka menggali lebih jauh untuk menemukan bahwa 92 persen anak-anak usia 5-11 yang dirawat di rumah sakit karena virus corona, tidak divaksinasi.

Kemudian, 16 persen dari mereka dianggap sakit kritis dan memerlukan intervensi pendukung kehidupan seperti intubasi, sebanyak 90 persen tidak divaksinasi.

Menurut penelitian, dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech 68 persen efektif dalam mencegah rawat inap selama munculnya varian Omicron di antara kelompok anak-anak berusia 5-11 tahun.

Para peneliti mengatakan dalam rilis bahwa kelompok usia ini baru memenuhi syarat untuk vaksin, mereka tidak dapat menghitung jumlah penyakit kritis secara terpisah.

Penulis penelitian juga menyatakan bahwa pada kelompok usia 12-18 tahun, vaksinasi 92 persen tetap efektif terhadap rawat inap dengan varian Delta. MMeskipun, tingkat efektivitasnya turun menjadi 40 persen terhadap varian Omicron.

Meskipun terjadi penurunan, penulis penelitian mengatakan vaksinasi 96 persen efektif mencegah infeksi parah selama periode varian Delta dan 79 persen selama gelombang varian Omicron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Vaksin Pfizer-BioNTech Turunkan Risiko Anak Dirawat karena COVID-19

Studi: Vaksin Pfizer-BioNTech Turunkan Risiko Anak Dirawat karena COVID-19

Health | Jum'at, 01 April 2022 | 00:05 WIB

Masih Banyak Masalah Soal Vaksinasi Covid-19, Panja Vaksin DPR Akan Kembali Evaluasi Kemenkes

Masih Banyak Masalah Soal Vaksinasi Covid-19, Panja Vaksin DPR Akan Kembali Evaluasi Kemenkes

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 09:03 WIB

WHO sedang Menyelidiki Efek Samping Gangguan Pendengaran Akibat Vaksin Covid-19 Pfizer

WHO sedang Menyelidiki Efek Samping Gangguan Pendengaran Akibat Vaksin Covid-19 Pfizer

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 20:36 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB