Baru Lagi, Ketahui 4 Fakta Omicron XE yang Semakin Mendekat ke Indonesia

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 05 April 2022 | 17:44 WIB
Baru Lagi, Ketahui 4 Fakta Omicron XE yang Semakin Mendekat ke Indonesia
Ilustrasi varian Omicron XE terbaru. (Foto oleh Miguel Á. Padriñán dari Pexels)

Suara.com - Telah sedikit menghirup napas lega berkat penurunan kurva penularan, kini masyarakat diharuskan kembali waspada pada varian terbaru Covid-19 yakni varian Omicron XE. Tentu saja, agar lebih waspada, kami sajikan sederet fakta Omicron XE yang sudah terungkap.

Varian Omicron XE sendiri sudah membuat gelombang ketiga di banyak negara, karena ternyata memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, bahkan dibandingkan varian Omicron yang sebelumnya memegang predikat tersebut.

Berikut selengkapnya, terkait fakta Omicron XE yang sudah diketahui dari berbagai sumber.

1. Omicron XE adalah Rekombinan

Apa artinya? Bahwa varian ini muncul ketika seorang sudah terinfeksi virus Corona, dan kemudian kembali terinfeksi varian lain. Penggabungan ini terjadi di dalam tubuh, dan memicu munculnya rekombinan. Dalam hal ini, varian yang mengalami penggabungan adalah Omicron BA1 dan BA2. Sebelumnya kasus rekombinan juga terjadi, pada kemunculan Detacron dan Flurona.

2. Menyebar di Inggris sejak Awal Tahun

Fakta Omicron XE selanjutnya adalah bahwa varian ini sudah menyebar di Inggris sejak Januari 2022 lalu. Karena tingginya tingkat penularan, varian ini jadi perhatian banyak ilmuwan dan tenaga kesehatan. Setidaknya tercatat sebanyak 637 kasus di bulan Januari 2022 lalu (rilisan Laporan Kesehatan Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada 25 Maret 2022).

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

3. Tingkat Penularan yang Tinggi

Menurut data terkini, varian Omicron XE memiliki kemampuan atau tingkat penularan 10 kali tinggi dari varian Omicron biasa. Tentu saja ini kabar yang tidak terlalu baik, mengingat varian Omicron saja memiliki tingkat penularan yang begitu tinggi. Diprediksi dalam waktu singkat, gelombang ketiga penularan Covid-19 varian Omicron XE akan terjadi di berbagai negara.

4. Tingkat Keparahan Belum Dipastikan

Fakta Omicron XE selanjutnya, adalah bahwa tingkat keparahannya belum dapat dipastikan. Jika mengacu pada varian Omicron biasa, maka idealnya keparahan dari varian ini akan lebih ringan. Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, namun keparahan cenderung rendah. Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan hal ini.

Tentu saja, fakta Omicron XE akan terus bermunculan seiring penelitian dan berjalannya waktu. Masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga penerapan protokol kesehatan yang ketat agar varian ini tidak meledak di Indonesia.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lemah Dalam Melakukan Tracing, DIY Terpaksa Perpanjang Penerapan PPKM Level 3

Lemah Dalam Melakukan Tracing, DIY Terpaksa Perpanjang Penerapan PPKM Level 3

Jogja | Selasa, 05 April 2022 | 17:05 WIB

Jawa Barat Hari Ini Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Tertinggi Kedua di Tanah Air

Jawa Barat Hari Ini Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Tertinggi Kedua di Tanah Air

Jabar | Selasa, 05 April 2022 | 17:00 WIB

Catat! 32 Daerah di Sumut Berstatus Zona Kuning

Catat! 32 Daerah di Sumut Berstatus Zona Kuning

Sumut | Selasa, 05 April 2022 | 16:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB