Pesan Profesor Zubairi Djoerban Terkait Harapan Status Endemi Covid-19 di Indonesia: Jangan Lupakan Virus Corona!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 06 April 2022 | 14:20 WIB
Pesan Profesor Zubairi Djoerban Terkait Harapan Status Endemi Covid-19 di Indonesia: Jangan Lupakan Virus Corona!
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. (Tangkap Layar)

Suara.com - Banyak pihak berharap Indonesia segera memasuki masa endemi Covid-19 setelah angkat infeksi virus corona jenis baru itu terus menurun.

Namun Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Profesor Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa status endemi bukan berarti melupakan risiko Covid-19 dan kembali ke normal lama.

"Status endemi adalah tindakan pengendalian berkelanjutan, yang bisa jadi makan waktu lama," kata Profesor Zubairi dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (6/4/2022).

Menurut Profesor Zubairi, Indonesia sangat berpeluang untuk memasuk kondisi endemi Covid-19.

Dalam data tercatat jumlah kasus Covid-19 Indonesia telah menurun drastis dari sekitar 60 ribu per hari pada Februari, menjadi rerata 3 ribu kasus infeksi per hari.

Selain itu juga, perlu dilihat faktor pelacakan kontak orang yang berisiko tertular virus corona.

"Ini harus dilakukan dengan benar. Apalagi jumlah tes sudah berkurang dengan hilangnya tes PCR dan antigen untuk syarat perjalanan. Jadi, contact tracing tidak bisa ditawar," kata Profesor Zubairi.

Tak kalah penting lainnya adalah tingkat vaksinasi pada kelompok lansia dan masyatakat umum terutama vaksin booster. Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu mengingatkan bagaimana cakupan vaksinasi kelompok usia di atas 60 belum sampai 70 persen.

Bagaimana pun juga, lanjut Profesor Zubairi, vaksin dapat meningkat antibodi lebih baik agar tidak menjadi sakit parah saat terinfeksi.

baca juga

"Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berbarengan dengan pelaksanaan booster. Kalau booster meningkat, tentu akan mempercepat endemi," ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa penanganan Covid-19 perlu kerjasama seluruh pihak, bukan hanya pemerintah. Baik masyarakat, pimpinan negara, media, dan dokter harus saling terkait dalam penanganan pandemi saat ini.

"Artinya, edukasi harus terus menerus. Apalagi pada era post truth saat ini, di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran," ucapnya lagi.

Pun dengan kesiapan dan mitigasi yang dianggap sangat penting. Ia menyebut harus ada sistem yang mampu mengantisipasi secara cepat ketika lonjakan kasus mendadak terjadi seperti saat periode Juli-Agustus 2021 dan awal tahun 2022.

Terakhir, Profesor Zubairi mewanti-wanti bahwa kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi. Sebab itu, status endemi bukan berarti masyarakat langsung menganggap Covid-19 hilang dari muka bumi.

"Justru sebaliknya, selalu memikirkan Covid-19 dengan prokes, pemantauan, dan intervensi yang efektif serta berdasarkan EBM (Evidence Based Medicine), bukan sekadar opini dan testimoni," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Gawat, Terjadi Lonjakan Angka Kematian di Hong Kong!

Update Covid-19 Global: Gawat, Terjadi Lonjakan Angka Kematian di Hong Kong!

Health | Rabu, 06 April 2022 | 10:04 WIB

Menkumham Yasonna Laoly Usul Izin Praktik Dokter Jadi Wewenang Pemerintah, IDI Buka Suara dan Jelaskan Proses Lengkapnya

Menkumham Yasonna Laoly Usul Izin Praktik Dokter Jadi Wewenang Pemerintah, IDI Buka Suara dan Jelaskan Proses Lengkapnya

Health | Rabu, 06 April 2022 | 08:51 WIB

Hotman Paris Mengaku Kerap Pisah Ranjang Dengan Istri Demi Keselamatan, Ini Maksudnya

Hotman Paris Mengaku Kerap Pisah Ranjang Dengan Istri Demi Keselamatan, Ini Maksudnya

Bali | Rabu, 06 April 2022 | 07:53 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×