facebook

Kurang Minum Air Tingkatkan Risiko Gagal Jantung, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kurang Minum Air Tingkatkan Risiko Gagal Jantung, Kok Bisa?
Ilustrasi minum air putih .(pexels/Artem Podrez)

Peneliti menemukan kurang minum air meningkatkan risiko gagal jantung.

Suara.com - Minum air dalam jumlah cukup sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Orang yang kurang minum air setiap hari berisiko terkena penyakit mematikan.

Para ilmuwan pun telah mendesak semua orang untuk minum air setidaknya 6-8 gelas setiap harinya untuk menangkal risiko gagal jantung.

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik, biasanya karena sudah lemah atau kaku.

Gagal jantung adalah kondisi jangka panjang yang biasanya memburuk seiring waktu.

Baca Juga: Penelitian: Durasi Infeksi Omicron Lebih Pendek dan Gejala Bervariasi Dibanding Virus Corona Delta

"Sama halnya dengan mengurangi asupan garam, minum air dalam jumlah cukup dan menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah cara terbaik untuk mendukung fungsi jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung," kata Dr Natalia Dmitrieva, penulis utama studi baru dikutip dari The Sun.

Ilustrasi gagal jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi gagal jantung manusia (Shutterstock).

Dr Dmitrieva, seorang peneliti di Institut Kesehatan Nasional AS, memimpin tim peneliti yang mempelajari hampir 12.000 orang dewasa Amerika.

Mereka berusia antara 45 dan 66 tahun yang memiliki catatan kesehatan selama 25 tahun. Mereka tidak mengalami gagal jantung, diabetes atau obesitas pada awal penelitian.

Kemudian, ekitar 1.366 (11,56 persen) dari mereka mengalami gagal jantung yang lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Tim peneliti menilai kadar natrium dalam darah, yang meningkat ketika kadar cairan seseorang rendah. Normalnya, kadar natrium dalam tubuh antara 135 dan 146 miliekuivalen per liter (mEq/L).

Baca Juga: Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Ahli Hong Kong Temukan Banyak Anak Alami Peradangan

Tapi, mereka yang memiliki kadar natrium sekitar 143 mEq/L di usia paruh baya 39 persen berisiko gagal jantung, dibandingkan dengan mereka yang kadarnya lebih rendah.

Pada setiap 1 mEq/L peningkatan natrium serum dari kisaran normal, kemungkinan didiagnosis naik lima persen.

Data juga menunjukkan bahwa orang berusia di atas 70 tahun dengan kadar natrium 143 mEq/L, 62 persen lebih mungkin mengembangkan hipertrofi ventrikel kiri alias penebalan jantung.

Temuan awal menunjukkan hidrasi yang baik dapat membantu mencegah atau memperlambat perkembangan perubahan di dalam jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung.

Asupan cairan untuk tubuh ini tidak hanya dari air putih, tetapi juga teh dan minuman lainnya yang penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu jantung memompa darah secara efisien.

Tetap terhidrasi sangat penting untuk mendukung fungsi pembuluh darah dan sirkulasi. Para peneliti merekomendasikan asupan cairan harian 6-8 gelas (1,5-2,1 liter) untuk wanita dan 8-12 gelas (2-3 liter) untuk pria.

Komentar