facebook

Waspadai Masalah Mulut dan Gigi, Bisa Jadi Itu Tanda Terinfeksi Virus Corona Omicron BA.2

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Waspadai Masalah Mulut dan Gigi, Bisa Jadi Itu Tanda Terinfeksi Virus Corona Omicron BA.2
Ilustrasi sakit gigi. (freepik)

Peneliti menemukan bahwa subvarian yang disebut Stealth Omicron ini dapat menyebabkan gejala masalah mulut dan gigi.

Suara.com - Kasus subvarian BA.2 semakin meningkat di seluruh dunia. Studi menunjukkan bahwa strain ini 10 kali lebih mudah menular dari varian induknya, yakni strain Omicron.

Meski lebih mudah menular, infeksi dari varian ini lebih ringan. Bahkan, terkadang gejalanya tidak ada hubungannya dengan paru-paru.

Baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa subvarian yang disebut Stealth Omicron ini dapat menyebabkan gejala masalah mulut dan gigi.

Berdasarkan Times of India, studi baru-baru ini mengungkap bahwa sekitar 75% orang yang terinfeksi virus corona mengeluhkan masalah gigi. Bahkan, selama beredarnya varian Delta, masalah gigi sudah muncul walau tidak sebanyak saat ini.

Baca Juga: 4 Jenis Obat yang Bisa Kamu Konsumsi untuk Mengatasi Nyeri Sakit Gigi

Ilustrasi Sakit Gigi (freepik)
Ilustrasi Sakit Gigi (freepik)

Tanda yang harus diperhatikan adalah:

  • Sakit pada gusi
  • Sakit di rahang atau gigi
  • Ulkus mulut atau sariawan
  • Mulut kering

Selain masalah mulut dan gigi, Subvarian BA.2 juga menyebabkan pusing, kelelahan, dan masalah pencernaan.

Beberapa tanda umum yang terkait dengan masalah pencernaan adalah mual, diare, muntah, sakit perut, mulas dan kembung.

Selain itu gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pembentukan bekuan darah di kepala, nyeri otot dan persendian, serta tekanan darah tinggi juga bisa terjadi.

Di sisi lain, subvarian lain yang mudah menular adalah XE. Subvarian ini adalah gabungan dari dua versi Omicron, yakni BA.1 dan BA.2.

Baca Juga: 3 Obat Sakit Gigi Berlubang Alami, Cocok untuk Dipakai Pertolongan Pertama ketika Nyeri, Bahannya Mudah Ditemui di Dapur

Strain XE pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022, dan hingga sekarang 637 kasus telah dilaporkan dan dikonfirmasi.

Komentar