Banyak Diidap Orang Indonesia, Kenali 3 Jenis Sakit Lambung dan Penyebabnya

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 14 April 2022 | 12:18 WIB
Banyak Diidap Orang Indonesia, Kenali 3 Jenis Sakit Lambung dan Penyebabnya
Ilustrasi sakit lambung. (Pixabay)

Suara.com - Sakit lambung sering dianggap sebagai penyakit maag. Padahal tidak semua sakit lambung bisa disamakan. Ada beragam faktor penyebab sakit lambung mulai dari bakteri, luka pada lambung, daya tahan tubuh yang melemah hingga kelainan hormon.

Dikutip dari siaran tertulis Eigen Naturindo, Kamis (14/4/2022) berikut tiga jenis sakit lambung serta penyebabnya.

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit GERD. (Shutterstock)

Penyakit GERD cukup familiar di kalangan masyarakat. Biasanya, orang menyebut ini sebagai sakit lambung kronis dengan rasa sakit yang tidak bisa dianggap main-main.

Beberapa gejala GERD adalah sulit menelan, mual, sensasi terbakar di dada, dan rasa asam pada mulut hingga sulit tidur.

GERD terjadi karena asam lambung mengalir ke kerongkongan secara berkala. Nah, aktivitas itu yang lama-kelamaan dapat mengiritasi kerongkongan atau esofagus.

2. Gastritis

Ilustrasi seorang penderita Gastritis. (Pixabay)
Ilustrasi seorang penderita Gastritis. (Pixabay)

Gastritis merupakan peradangan kronis pada mukosa lambung. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang salah, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan infeksi dari bakteri H. pylori.

Jika dibiarkan, permasalahan ini bisa berujung pada timbulnya kanker lambung hingga kematian.

Menurut data WHO, prevalensi terjadinya gastritis di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2017, Kemenkes RI juga mencatat 60,86 persen pasien rawat inap disebabkan oleh penyakit tersebut.

Sayangnya meski tergolong berbahaya dan pengidapnya banyak, orang masih abai dan menganggap remeh gastritis hingga akhirnya kondisi lambung tidak kunjung membaik.

3. Dispepsia

Foto oleh Polina Zimmerman dari Pexels
Foto oleh Polina Zimmerman dari Pexels

Diantara penyakit pencernaan lainnya, sepertinya dispepsia ini yang paling familiar dan dikenal umum sebagai sakit maag. Maag sendiri sebenarnya Bahasa Belanda dari lambung.

Dispepsia adalah sakit lambung yang disebabkan oleh faktor diet dan lingkungan, sekresi cairan asam lambung, fungsi motorik lambung, psikologi, dan infeksi Helicobacter pylori. Dispepsia juga disebabkan oleh ketidakteraturan pola makan.

Manfaatkan Kandungan Alami untuk Obati Sakit Lambung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ciri-Ciri Asam Lambung Naik Beserta Pencegahannya yang Perlu Anda Tahu

Ciri-Ciri Asam Lambung Naik Beserta Pencegahannya yang Perlu Anda Tahu

Health | Senin, 11 April 2022 | 15:33 WIB

Langsung Tidur Setelah Sahur Memicu Penyakit Ini: Sembelit hingga Asam Lambung

Langsung Tidur Setelah Sahur Memicu Penyakit Ini: Sembelit hingga Asam Lambung

Riau | Minggu, 10 April 2022 | 03:00 WIB

Picu Asam Lambung, Jauhkan 4 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa

Picu Asam Lambung, Jauhkan 4 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa

Riau | Sabtu, 09 April 2022 | 15:29 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB