facebook

Gara-Gara Masturbasi, Pria Ini Jalani Perawatan Intensif karena Cedera Langka!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Gara-Gara Masturbasi, Pria Ini Jalani Perawatan Intensif karena Cedera Langka!
Ilustrasi masturbasi (shutterstock)

Pria ini menjalani perawatan intensif karena cedera langka akibat masturbasi.

Suara.com - Seorang pria harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami cedera langka akibat masturbasi.

Mulanya, pria 20 tahun itu datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas sebelum menjalani perawatan intensif.

Setibanya di rumah sakit, ia bercerita baru saja melakukan masturbasi sambil berbaring di tempat tidur ketika ia pertama kali mengalami gejalanya.

Setelah diperiksa, dokter menemukan wajah pria asal Swiss itu bengkak. Akhirnya, petugas medis menemukan bahwa ia menderita cedera paru-paru yang biasanya disebabkan oleh batuk atau olahraga berat.

Baca Juga: Ona Sutra Sempat Stroke Ringan sebelum Meninggal, Seberapa Bahaya Kondisi Ini?

Karena itu, ia harus menjalani perawatan intensif semalam dan rawat inap di rumah sakit selama 3 hari. Sementara itu, dokter pun berusaha menghilangkan rasa sakitnya.

Ilustrasi masturbasi (shutterstock)
Ilustrasi masturbasi (shutterstock)

Dokter mendiagnosis pasien pria itu dengan pneumomediastinum (SPM). SPM adalah kondisi di mana udara bocor dari paru-paru dan bersarang di tulang rusuk.

Petugas medis melalui laporan di Radiology Case Reports mengatakan udara yang terperangkap telah menyebar ke tengkorak pria itu.

Sinar-X menunjukkan adanya udara yang terperangkap di ruang antara dada dan kantung paru-paru.

Rupanya, pasien memiliki riwayat asma. Tapi, pria itu menyangkal dirinya merokok atau menggunakan narkoba.

Baca Juga: Ona Sutra Sempat Derita Stroke Ringan sebelum Meninggal, Ini Penyebab dan Gejalanya!

Para petugas medis mengatakan kondisi itu biasanya terjadi pada pria, dengan usia rata-rata 23 tahun.

Pasien biasanya membutuhkan perawatan bedan dan beberapa lainnya mungkin membutuhkan selang dada.

Untungnya, para ahli mengatakan bahwa kemungkinan kondisi tersebut muncul kembali setelah perawatan hanya satu persen.

Pasien Swiss itu dirawat di rumah sakit dan diberikan parasetamol serta obat-obatan lainnya sampai nyeri dada dan sesak napasnya benar-benar hilang.

"Hanya ada beberapa laporan SPM yang terkait dengan aktivitas seksual dan kami tidak dapat menemukan kasus yang terkait dengan autoerotisisme, yang membuat kasus kami tidak biasa," kata petugas medis dikutip dari The Sun.

Anda perlu tahu bahwa SPM adalah kondisi langka dan biasanya tidak mengancam jiwa. Gejala biasanya datang mendadak dan parah, termasuk sesak napas, nyeri dada dan leher serta muntah. Anda juga bisa mengalami kesulitan menelan dan suara serak.

Komentar