Gara-Gara Masturbasi, Pria Ini Jalani Perawatan Intensif karena Cedera Langka!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 14 April 2022 | 13:00 WIB
Gara-Gara Masturbasi, Pria Ini Jalani Perawatan Intensif karena Cedera Langka!
Ilustrasi masturbasi (shutterstock)

Suara.com - Seorang pria harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami cedera langka akibat masturbasi.

Mulanya, pria 20 tahun itu datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas sebelum menjalani perawatan intensif.

Setibanya di rumah sakit, ia bercerita baru saja melakukan masturbasi sambil berbaring di tempat tidur ketika ia pertama kali mengalami gejalanya.

Setelah diperiksa, dokter menemukan wajah pria asal Swiss itu bengkak. Akhirnya, petugas medis menemukan bahwa ia menderita cedera paru-paru yang biasanya disebabkan oleh batuk atau olahraga berat.

Karena itu, ia harus menjalani perawatan intensif semalam dan rawat inap di rumah sakit selama 3 hari. Sementara itu, dokter pun berusaha menghilangkan rasa sakitnya.

Ilustrasi masturbasi (shutterstock)
Ilustrasi masturbasi (shutterstock)

Dokter mendiagnosis pasien pria itu dengan pneumomediastinum (SPM). SPM adalah kondisi di mana udara bocor dari paru-paru dan bersarang di tulang rusuk.

Petugas medis melalui laporan di Radiology Case Reports mengatakan udara yang terperangkap telah menyebar ke tengkorak pria itu.

Sinar-X menunjukkan adanya udara yang terperangkap di ruang antara dada dan kantung paru-paru.

Rupanya, pasien memiliki riwayat asma. Tapi, pria itu menyangkal dirinya merokok atau menggunakan narkoba.

Para petugas medis mengatakan kondisi itu biasanya terjadi pada pria, dengan usia rata-rata 23 tahun.

Pasien biasanya membutuhkan perawatan bedan dan beberapa lainnya mungkin membutuhkan selang dada.

Untungnya, para ahli mengatakan bahwa kemungkinan kondisi tersebut muncul kembali setelah perawatan hanya satu persen.

Pasien Swiss itu dirawat di rumah sakit dan diberikan parasetamol serta obat-obatan lainnya sampai nyeri dada dan sesak napasnya benar-benar hilang.

"Hanya ada beberapa laporan SPM yang terkait dengan aktivitas seksual dan kami tidak dapat menemukan kasus yang terkait dengan autoerotisisme, yang membuat kasus kami tidak biasa," kata petugas medis dikutip dari The Sun.

Anda perlu tahu bahwa SPM adalah kondisi langka dan biasanya tidak mengancam jiwa. Gejala biasanya datang mendadak dan parah, termasuk sesak napas, nyeri dada dan leher serta muntah. Anda juga bisa mengalami kesulitan menelan dan suara serak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecelakaan Masturbasi, Video Viral Tiktok Percakapan Pasien dan Dokter Ini Bikin Ngakak

Kecelakaan Masturbasi, Video Viral Tiktok Percakapan Pasien dan Dokter Ini Bikin Ngakak

Sumbar | Rabu, 13 April 2022 | 15:00 WIB

Mengenal Apa Itu Gegar Otak, Mulai dari Penyebab hingga Pencegahannya

Mengenal Apa Itu Gegar Otak, Mulai dari Penyebab hingga Pencegahannya

Health | Senin, 11 April 2022 | 14:56 WIB

Marc Marquez Cari Aman Jelang MotoGP Amerika 2022, Trauma Kecelakaan seperti di Mandalika?

Marc Marquez Cari Aman Jelang MotoGP Amerika 2022, Trauma Kecelakaan seperti di Mandalika?

Sport | Jum'at, 08 April 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB