Angka Kematian DBD di Indonesia Terbanyak di Asia, Kebutuhan Vaksin Dengue Semakin Mendesak

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 20 April 2022 | 14:42 WIB
Angka Kematian DBD di Indonesia Terbanyak di Asia, Kebutuhan Vaksin Dengue Semakin Mendesak
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Indonesia menjadi negara dengan angka kematian akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) atau infeksi dengue terbanyak di kawasan Asia.

Data global tercatat kalau jumlah kasus dengue di Indonesia ada sebanyak 15.269 kasus dengan kematian mencapai 164 jiwa per tahun.

Ketua Komunitas Dengue Indonesia Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K)., mengatakan kalau negara lain di Asia juga sebenarnya memiliki jumlah kasus dengue yang banyak. Tetapi, angka kematiannya sangat sedikit, bahkan tidak ada.

"Seperti di Malaysia ada 4.000 kasus tapi tidak ada kematian, Sri Lanka 3.000 kasus juga tidak ada kematian, Vietnam 4.700 yang meninggal satu. Di kita banyak sekali," kata prof. Sri dalam webinar infeksi dengue bersama Takeda Indonesia, Selasa (19/4/2022).

"Jadi kalau suatu penyakit masih menimbulkan kematian, itu berarti masih menjadi masalah," imbuhnya.

Prof Sri juga mengungkapkan, tantangan dalam mengatasi infeksi dengue karena adanya semua serotip virus dengue di Indonesia yang sama dominannya, yakni virus dengue 1 sampai 4. Di pulau Jawa yang menjadi wilayah dengan kasus dengue terbanyak juga ditemukan keempat serotip virus tersebut.

Vaksin dengue menjadi salah satu cara pencegahan dari infeksi tersebut, lanjut Prof. Sri. Oleh sebab itu, vaksin dengue yang ada nantinya juga harus mengandung keempat serotip virus agar efektif.

"Vaksin dengue saat ini belum keluar dari Badan POM. Hasil uji klinis terutama fase 3 sangat menjanjikan. Fase 1 sudah aman, fase 2 kadar antibodi yang dihasilkan cukup bagus, baik untuk virus dengue 1, 2, 3, maupun 4. Kemudian fase 3 yang akan membuktikan efikasi dari vaksin," tuturnya.

Salah satu jenis vaksin dengue yang nantinya bisa digunakan di Indonesia dikembangkan oleh perusahaan Takeda Indonesia. Prof. Sri menyampaikan, vaksin dengue bisa diberikan mulai usia 6 tahun dan tidak perlu tes terlebih dahulu. Penyuntikan vaksin dilakukan dua kali dengan jarak waktu enam bulan.

"Jadi bisa dipakai untuk semua anak yang telah terpapar. Karena kita tahu dengue ada 1 sampai 4. Jadi kalah tahun ini pernah kena dengue 1 bisa saja besok dengue 2. Kebanyakn umur yang kena dengue itu memang balita dan anak sekolah. Jadi kita masih menunggu dulu rekomendasi dari Badan POM," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Fogging Tak Cukup Cegah DBD, Lalu Harus Bagaimana?

Ternyata Fogging Tak Cukup Cegah DBD, Lalu Harus Bagaimana?

Health | Rabu, 20 April 2022 | 12:50 WIB

Penyebab Demam Berdarah Dengue Bisa Sebabkan Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Penyebab Demam Berdarah Dengue Bisa Sebabkan Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Health | Selasa, 19 April 2022 | 13:48 WIB

Selain Covid-19, Orangtua Juga Perlu Kembali Waspada Gejala DBD pada Anak

Selain Covid-19, Orangtua Juga Perlu Kembali Waspada Gejala DBD pada Anak

Health | Selasa, 19 April 2022 | 13:20 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB