Sakit Kepala di Sisi Kiri Biasanya Disebabkan Oleh 3 Hal Ini, Salah Satunya Ketegangan

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Rabu, 27 April 2022 | 18:46 WIB
Sakit Kepala di Sisi Kiri Biasanya Disebabkan Oleh 3 Hal Ini, Salah Satunya Ketegangan
Ilustrasi sakit kepala. (Shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar sakit kepala dikenal sebagai sakit kepala prier, yang penyebabnya bukan karena cedera atau penyakit komorbid. Hanya sebagian kecil dari sakit kepala yang disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius.

Beberapa sakit kepala primer hanya terjadi di sisi kiri. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh migrain, ketegangan, dan sakit kepala cluster, menurut Medical News Today.

Penyebab dan gejala sakit kepada primer di sebelah kiri

1. Migrain

Migrain ditandai dengan sakit kepala parah, yang mungkin berdenyut dan biasanya di satu sisi kepala. Nyeri mungkin dimulai dari sekitar mata atau pelipis lalu menyebar ke salah satu bagian kepala.

Sakit kepala di selebah kiri akan disebut migrain jika gejala menyertai:

  • Perubahan visi atau penglihatan
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Kepekaan ekstrem terhadap suara, cahaya, sentuhan, atau bau
  • Mati rasa atau sensasi kesemutan di wajah

Umumnya migrain berlangsung 4 hingga 72 jam. Penderita migrain perlu berbaring agar cepat sembuh.

Migrain bisa dipicu oleh stres, makanan tertentu, kebanyakan atau kekurangan tidur, lampu terlalu terang atau berkedip, kebisingan keras, dan bau yang menyengat.

Ilustrasi gambar mengatasi sakit kepala saat puasa. (freepik)
Ilustrasi sakit kepala (freepik)

2. Sakit kepala tegang

baca juga

Sakit kepala tegang biasanya tidak separah migrain tetapi masih bisa menyebabkan banyak rasa sakit dan kondisi ini bisa terjadi si sisi kiri saja.

Gejalanya meliputi:

  • Rasa sakit menekan yang mungkin mulai di belakang mata dan menyebar ke dahi atau bagian belakang kepala
  • Perasaan seperti kepala dalam keadaan buruk
  • Otot leher dan bahu tegang
  • Rasa sakit sering terasa lebih buruk di penghujung hari

Kondisi ini cenderung dipicu oleh:

  • Stres
  • Ketegangan di leher atau bahu
  • Postur duduk yang buruk
  • Cedera leher sebelumnya

3. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster sangat menyakitkan dan ditandai dengan rasa sakit di satu sisi kepala. Gejalanya meliputi:

  • Rasa sakit di belakang satu mata, satu pelipis, atau satu sisi dahi
  • Rasa sakit menjadi paling intens setelah 5-10 menit
  • Sakit parah berlangsung antara 30-60 menit
  • Rasa sakit yang kurang intens dapat berlanjut hingga 3 jam

Sakit kepala cluster biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap hari, dalam serangan yang dapat berlangsung antara 4 hingga 12 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Ada Gelembung Udara di Telinga Dalam, Wanita Ini Sakit Kepala Parah Hingga Harus Dioperasi

Gegara Ada Gelembung Udara di Telinga Dalam, Wanita Ini Sakit Kepala Parah Hingga Harus Dioperasi

Health | Jum'at, 22 April 2022 | 11:00 WIB

Dikira Sakit Kepala karena Menstruasi, Ternyata Wanita 26 Tahun Ini Alami Stroke

Dikira Sakit Kepala karena Menstruasi, Ternyata Wanita 26 Tahun Ini Alami Stroke

Health | Senin, 11 April 2022 | 17:20 WIB

Mengatasi Sakit Kepala saat Puasa Tanpa Harus Batal, Terapkan Cara Ini

Mengatasi Sakit Kepala saat Puasa Tanpa Harus Batal, Terapkan Cara Ini

Health | Selasa, 05 April 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×