facebook

Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan 3 Anak di Jakarta yang Meninggal Akibat Hepatitis Akut Berat

Vania Rossa | Lilis Varwati
Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan 3 Anak di Jakarta yang Meninggal Akibat Hepatitis Akut Berat
Hepatitis Akut (unsplash.com)

Ketiganya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan datang sudah dalam kondisi berat.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melanjutkan investigasi terkait kasus hepatitis akut berat yang menewaskan tiga anak di Jakarta pada akhir April lalu. Hasil sementara saat ini, Kemenkes mengungkap riwayat penyakit juga penelusuran kontak dari ketiga pasien tersebut.

Juru bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, ketiga anak itu dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan datang sudah dalam kondisi berat.

"Jadi memang hanya memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit melakukan tindakan pertolongan. Ketiga kasus itu usianya 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun," ungkap Nadia dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).

Anak yang berusia 2 tahun belum mendapatkan vaksinasi hepatitis. Sementara anak usia 8 tahun baru mendapatkan vaksinasi 1 kali, dan anak yang berusia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis lengkap. Nadia menambahkan kalau ketiga anak tersebut tidak terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Alert! Kasus Hepatitis Misterius Makin Menyebar di Berbagai Daerah Indonesia

Dari hasil investigasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan melakukan penelusuran kontak mengenai faktor risiko, Nadia menyampaikan kalau ada salah satu anak pernah memiliki penyakit lain.

Ketiga anak tersebut belum bisa dipastikan terinfeksi hepatitis akut berat yang masih misterius saat ini. Sebab, kata Nadia, materi pemeriksaan laboratorium yang dilakukan, terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan hepatitis E yang butuh waktu antara 10 sampai 14 hari.

"Memang sampai saat ini ketiga kasus belum bisa kita golongkan sebagai hepatitis akut dengan gejala yang berat, tetapi baru masuk pada kriteria yang kita sebut sebagai pending klasifikasi," kata Nadia.

Meski begitu, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan riwayat anggota keluarga lain yang mengidap penyakit hepatitis ataupun penyakit kuning sebelumnya. Setelah ketiga anak tersebut sakit, juga tidak ada orang terdekat maupun anggota keluarganya yang mengalami gejala serupa mirip hepatitis akut berat.

Baca Juga: Ada Secercah Kabar Baik dari Mantan Direktur WHO Soal Hepatitis Misterius, Apa Itu?

Komentar