Suara.com - Kehamilan bisa menjadi sebuah perjuangan bagi beberapa orang. Sayangnya, dalam hal kesuburan, lebih banyak tekanan yang diberikan kepada wanita.
Misalnya, wanita yang dianggap mandul hanya karena tidak cepat hamil setelah menikah atau penggunaan alat kontrasepsi yang hanya untuk wanita.
Selain itu, ada juga beberapa rumor lain yang masih dipercaya di luaran sana.
Supaya rumor tersebut tidak semakin berkembang, Chief Scientific Officer Alison Campbell dari Care Fertility, Inggris, meluruskannya:
1. Mitos: wanita bisa cepat hamil
"Salah satu mitos paling umum seputar kehamilan adalah kebanyakan orang bisa hamil dengan cepat," kata Campbell, dilansir The Sun.
Padahal, imbuhnya, keadaan setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi oleh berapa lama waktu pembuahan.
"Kira-kira satu dari enam orang mungkin mengalami kesulitan untuk hamil. Ketidaksuburan biasanya hanya didiagnosis jika Anda belum berhasil setelah satu tahun," sambungnya.
![Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/01/77481-ilustrasi-wanita-hamil.jpg)
2. Mitos: usia hanya berdampak pada wanita
Banyak orang memperingatkan kepada perempuan muda agar cepat menikah karena kekhawatiran 'terlalu tua untuk hamil' atau 'tidak lagi subur di kemudian hari'.
Padahal, kesuburan pria juga terpengaruh oleh usia.
"Kita sering disadarkan bahwa kualitas telur secara alami mulai menurun ketika orang berusia awal 30-an. Sepertiga dari semua telur akan memiliki kelainan kromosom pada saat seorang wanita menginjak usia 40 tahun, membuat telur tidak dapat membentuk kehamilan yang layak," jelas Campbell.
Ia melanjutkan, "Tapi bukan hanya pada wanita bahwa usia memengaruhi kesuburan. Kesuburan pria juga menurun sekitar usia 40 hingga 45 tahun, karena fungsi testis dan parameter sperma memburuk."
3. Mitos: kontrasepsi menyebabkan wanita tidak subur
Campbell mengatakan bahwa tidak mungkin alat kontrasepsi jangka panjang akan memengaruhi kesuburan.