Lingkaran di Bawah Mata Bisa Jadi Tanda Kadar Gula Darah Tinggi, Ini Hubungannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:58 WIB
Lingkaran di Bawah Mata Bisa Jadi Tanda Kadar Gula Darah Tinggi, Ini Hubungannya!
ilustrasi kantung mata, lingkaran hitam di bawah mata. (unsplash)

Suara.com - Kadar gula darah tinggi akibat diabetes berbahaya, karena menggerogoti pembuluh yang memasok saraf dengan nutrisi penting. Dampak dari kondisi ini bisa sangat mempengaruhi kesehatan tubuh, sehingga perlu diperhatikan gejalanya.

Lingkaran hitam di bawah mata, kulit kendur dan mata bengkak pun bisa menjadi tanda-tanda kadar gula darah tinggi akibat diabetes.

Saat diabetes dibiarkan tidak terkendali dan kadar gula darah menjadi tinggi secara kronis, perubahan mungkin terjadi pada kulit.

Salah satu ciri umum pada kulit penderita diabetes adalah kekeringan yang disebabkan oleh terlalu banyak gula yang menarik cairan dari sel.

Tubuh melakukan ini untuk menghasilkan cukup urine guna mengeluarkan gula dari tubuh. Karena volume air yang tinggi diperlukan untuk membersihkan tubuh dari kelebihan gula, ginjal akan bekerja terlalu keras dan lebih banyak darah yang dipompa ke seluruh tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi yang menyebabkan kulit kendur dan mata bengkak. Kulit kendur bisa dikaitkan dengan proses glikasi, yang melibatkan pengikatan gula ke elastin di kulit.

Proses ini merusak elastin, yang menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya serta membuat epidermis tampak tua dan kendur.

Ilustrasi kadar gula darah tinggi. (Shutterstock)
Ilustrasi kadar gula darah tinggi. (Shutterstock)

Kondisi ini biasanya disertai dengan bercak kulit yang memberikan tampilan lingkaran hitam di bawah mata dan sekitarnya.

Meskipun tidak selalu terkonsentrasi pada wajah, perubahan kulit sering terjadi pada penderita diabetes.

Beberapa penderita diabetes yang mengalami keto-asidosis akan merasakan kulit mereka menjadi panas, memerah, atau kering.

“Ketoasidosis diabetik adalah ketidakseimbangan kimia darah mengancam jiwa yang berkembang pada seseorang dengan diabetes ketika sel-sel tidak mendapatkan gula yang mereka butuhkan untuk energi," kata Platform kesehatan Alberta dikutip dari Express.

Akibatnya, tubuh memecah lemak bukannya menutup dan memproduksi serta melepaskan zat yang disebut keton ke dalam aliran darah.

Orang dengan diabetes tipe 1 dan beberapa orang dengan diabetes tipe 2 berisiko mengalami keto-asidosis jika mereka tidak membuat cukup insulin, mengalami infeksi parah atau penyakit lain, serta dehidrasi parah.

Pada stadium lanjut, kondisi tersebut dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan otak, koma dan kematian.

Komplikasi lain dari kadar gula darah tinggi adalah edema makula, yang merupakan istilah medis untuk penumpukan cairan di bawah kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Konsumsi Nasi Putih dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi?

Apakah Konsumsi Nasi Putih dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi?

Health | Senin, 09 Mei 2022 | 18:23 WIB

5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Baik Diminum Rutin oleh Penderita Diabetes

5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Baik Diminum Rutin oleh Penderita Diabetes

Health | Senin, 09 Mei 2022 | 14:21 WIB

Benarkah Roti Gandum Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes? Ini Faktanya

Benarkah Roti Gandum Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes? Ini Faktanya

Health | Senin, 09 Mei 2022 | 14:10 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB