Soroti Kasus KDRT Johnny Depp dan Amber Heard, Psikolog Lain Sebut Tidak Ada Istilah 'Mutual Abuse'

Rabu, 11 Mei 2022 | 19:39 WIB
Soroti Kasus KDRT Johnny Depp dan Amber Heard, Psikolog Lain Sebut Tidak Ada Istilah 'Mutual Abuse'
Johnny Depp dan Amber Heard

Suara.com - Terapis pernikahan mantan pasangan Johnny Depp dan Amber Heard, Laurel Anderson, pernah mengatakan bahwa aktor dan aktris tersebut terlibat dalam 'mutual abuse' atau keduanya saling melakukan kekerasan.

Hal itu dikatakan oleh Anderson ketika menjadi saksi dalam sidang gugatan pencemaran nama baik antara Johnny Depp dan Amber Heard di Fairfax, Virginia, beberapa waktu lalu.

Berbanding terbalik dengan perkataan Anderson, psikolog lain tidak setuju dengan istilah 'mutual abuse'.

Sebab, istilah tersebut mengabaikan dinamika kuat yang melekat dalam hubungan yang kasar.

"Hubungan yang kasar membutuhkan satu orang untuk mengendalikan yang lain. Suatu hubungan dapat menjadi toksik terhadap tiap pasangan. Tetapi hubungan yang kasar bersifat searah," kata psikolog Lori Beth Bisbey, dilansir Insider.

Reaksi Johnny Depp dan Amber Heard saat mendengarkan rekaman pertengkaran mereka berdua di pengadilan. (Twitter/@LawCrimeNetwork)
Reaksi Johnny Depp dan Amber Heard saat mendengarkan rekaman pertengkaran mereka berdua di pengadilan. (Twitter/@LawCrimeNetwork)

Ada banyak bentuk kekerasan dalam hubungan

Abusif didefinisikan sebagai pola perilaku yang dilakukan oleh satu pasangan untuk mempertahankan kekuasaan dan kontrol atas pasangan lain dalam suatu hubungan intim.

Kekerasan tidak terbatas pada kekerasan fisik, tetapi juga bisa dalam bentul verbal dan emosional, yang dapat mencakup ancaman, penghinaan, pemaksaan seksual, pelecehan finansial, atau penguntitan.

Apapun bentuknya, tujuan pelaku adalah untuk mengerahkan kekuasaan dan kontrol atas pasangannya.

Baca Juga: Viral Kesaksian Amber Heard Atas Kasus Johnny Depp Jadi Tren Parodi TikTok

"Sementara dua pasangan dapat bertindak dengan cara yang toksik terhadap satu sama lain, dinamika yang kasar membutuhkan agresor utama," jelas CEO Koalisi Nasional Menentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga AS, Ruth Glenn.

Menurutnya, jika seseorang bereaksi dengan cara intens secara fisik, mental, atau emosional, maupun kekerasan terhadap tindakan abusif, itu berarti mereka membela diri, bukan sebagai pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI