facebook

3 Vaksin Tambahan Untuk Anak Akan Diberikan Gratis Oleh Pemerintah, Cek Jadwalnya di Sini!

Vania Rossa | Lilis Varwati
3 Vaksin Tambahan Untuk Anak Akan Diberikan Gratis Oleh Pemerintah, Cek Jadwalnya di Sini!
Ilustrasi Vaksin Tambahan Untuk Anak. (Shutterstock)

Jenis vaksin tambahan itu adalah vaksin conjugasi pneumokokus (PCV), vaksin HPV, dan vaksin rotavirus.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menambah jenis vaksin pada program imunisasi nasional yang akan diberikan gratis kepada seluruh anak Indonesia. Jenis vaksin tambahan itu adalah vaksin conjugasi pneumokokus (PCV), vaksin HPV, dan vaksin rotavirus.

Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandari Sp.A(K)., mengatakan bahwa ketiga jenis vaksin itu sebenarnya sudah lama digunakan. Hanya saja, baru masuk dalam program nasional pemerintah, sehingga dapat diberikan gratis kepada masyarakat.

"Secara global, banyak negara juga sudah menggunakan vaksin-vaksin tersebut," kata dokter Nastiti dalam siaran langsung Instagram IDAI, Selasa (17/5/2022).

Ia menjelaskan bahwa PCV merupakan vaksin untuk mencegah penyakit pneumokokus yang bisa menyebabkan radang paru akut atau pneumonia pada anak. Selain itu juga bisa menyebabkan radang paru hingga penyakit radang selaput otak.

Baca Juga: Selain Ruam, Ini 3 Gejala Meningitis yang Muncul Lebih Awal

Rencananya vaksin tersebut mulai diberikan pada Juli 2022 dengan sasaran bayi berusia dua bulan. Kemudian vaksin akan diulang saat bayi berusia 3 bulan dan 12 bulan.

"Jadi bayi-bayi yang lahir pada 1 Mei akan mendapat vaksin pneumonia ini pada Juli nanti," ujarnya.

Sedangkan vaksin HPV diberikan untuk mencegah infeksi papiloma yang menjadi cikal bakal terjadinya kanker serviks atau mulut rahim pada perempuan. Sehingga vaksin ini disasar untuk anak minimal kelas 5 SD.

"Kanker serviks sebagai salah satu kanker tersering yang menyebabkan kematian. Vaksin ini baru akan tersedia di 111 kab/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sasarannya anak perempuan kelas 5 SD. Targetnya pada 2023 sudah bisa menasional," ucap dokter Nastiti.

Vaksin berikutnya merupakan rotavirus yang bermanfaat untuk mencegah kasus diare pada anak-anak. Anggota Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Dwi Prasetyo, Sp.A(K)., menyampaikan bahwa dengan vaksin rotavirus itu maka 90 persen kejadian meninggal akibat diare di Indonesia bisa dicegah.

Baca Juga: Cegah Penyebaran COVID-19 di Asia Tenggara, Sertifikat Vaksinasi Perlu Miliki Standar yang Sama

"Ini sangat penting, karena kalau sukses diharapkan di atas 90 persen kejadian kematian akibat diare di Indonesia akan sangat berkurang. Kita ketahui bahwa penyebab kematian balita paling banyak pada anak-anak yang disebabkan diare rotavirus," kata Prof. Dwi.

Komentar