Dokter Ungkap 4 Faktor Utama Penyebab Penyakit Tidak Menular, Nomor 1 Masih Merokok!

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:30 WIB
Dokter Ungkap 4 Faktor Utama Penyebab Penyakit Tidak Menular, Nomor 1 Masih Merokok!
Ilustrasi merokok (unsplash.com/Lê Tit)

Suara.com - Data Kementerian Kesehatan tercatat bahwa 70 persen penyebab kematian di Indonesia akibat penyakit tidak menular (PTM). Seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi, penyakit paru, hingga kanker.

Sekertaris Umum Aliansi PTM Indonesia dr. Ade Meidian Ambari, Sp.Jp., mengungkapkan bahwa ada empat faktor yang jadi penyebab paling umum seseorang terkena PTM.

"Terutama nomor satu adalah merokok. Kita tahu bahwa rokok merupakan problem yang sangat besar di Indonesia. Kalau kita lihat pasien yang masuk ke rumah sakit pusat Jantung Harapan Kita, 70 persen pasien serangan jantung itu adalah perokok yang masuk emergensi," kata donter Ade dalan webinar Aliansi PTM Indonesia, Rabu (18/5/2022).

Dokter Ade juga mengungkapkan kalau penyakit yang disebabkan karena rokok telah menyita banyak uang jaminan kesehatan dari negara. 

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Beban biaya kesehatan akibat penyakit yang disebabkan rokok saja sebesar Rp 17,9 triliun sampai Rp 27,9 triliun dalam satu tahun. Dibandingkan harga cukai rokok, biaya yang dikeluarkan akibat penyakit yang disebabkan rokok itu jauh lebih besar," ujarnya.

Faktor kedua penyebab PTM karena pola makan. Menurut dokter Ade, masyarakat Indonesia saat ini terlalu banyak konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Kebiasaan seperti itu bisa memicu timbulnya penyakit diabetes, hipertensi, juga kolesterol tinggi. 

"Orang Indonesia cenderung makan yang asin dengan kadar natrium yang tinggi. Kemudian konsumsi lemak jenuh  kita selalu beranggapan bahwa kita selalu suka makanan yang digoreng," ujarnya.

Kemenkes telah memberikan batasan asupan per hari untuk gula, garam, dan lemak. Yaitu, maksimal 4 sendok makan untuk gula, 1 sendok teh gram, dan 5 sendok makan minyak.

Kebanyakan penyakit tidak menular itu juga disebut sebagai penyakit katastropik atau yang membutuhkan biaya pengobatan besar. 

baca juga

Dokter Ade mengatakan, mayoritas biaya rawat inap dan perawatan pasien PTM yang harus ditanggung BPJS kesehatan juga makin membengkak karena adanya beban komplikasi tambahan akibat penundaan perawatan selama pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis! Lidah Disundut Rokok dan Punggung Ditusuk Obeng, Penganiayaan Bocah di Serpong Tangsel

Sadis! Lidah Disundut Rokok dan Punggung Ditusuk Obeng, Penganiayaan Bocah di Serpong Tangsel

Banten | Rabu, 18 Mei 2022 | 13:36 WIB

Bikin Bapak-Bapak Senang, Hajatan Ini Menyuguhkan Sebungkus Rokok Buat Tamu, Warganet: Share Lokasi

Bikin Bapak-Bapak Senang, Hajatan Ini Menyuguhkan Sebungkus Rokok Buat Tamu, Warganet: Share Lokasi

News | Rabu, 18 Mei 2022 | 09:20 WIB

Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Anjlok Gara-gara Selisih Tarif Cukai

Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Anjlok Gara-gara Selisih Tarif Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2022 | 20:58 WIB

Terkini

Ketika Pejabat Menyebut Hidup Berjalan Normal di Tengah Kepungan Asap

Ketika Pejabat Menyebut Hidup Berjalan Normal di Tengah Kepungan Asap

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Kenapa Speaker Bluetooth Sudah Tersambung tapi Tidak Ada Suara? Ini Solusinya

Kenapa Speaker Bluetooth Sudah Tersambung tapi Tidak Ada Suara? Ini Solusinya

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Minta Pemerintah Buka Telinga Lebar-lebar Dengarkan Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Minta Pemerintah Buka Telinga Lebar-lebar Dengarkan Rakyat

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

Bekaci | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Istana Pastikan Terus Kerja Tangani Karhutla: dari Modifikasi Cuaca, Edukasi, dan Beri Sanksi

Istana Pastikan Terus Kerja Tangani Karhutla: dari Modifikasi Cuaca, Edukasi, dan Beri Sanksi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Pertamina Pecat Operator SPBU yang Salah Gunakan QR Warga di Kendari

Pertamina Pecat Operator SPBU yang Salah Gunakan QR Warga di Kendari

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap Tema dan Sejarah Singkatnya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap Tema dan Sejarah Singkatnya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun

Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun

Batam | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:26 WIB

BRI Perluas Akses Rumah Subsidi dan Layanan Keuangan Bagi Masyarakat Indonesia

BRI Perluas Akses Rumah Subsidi dan Layanan Keuangan Bagi Masyarakat Indonesia

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan

Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan

Bali | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:24 WIB

×